- BNPB menyoroti kebutuhan mendesak pengerahan alat berat untuk pemulihan infrastruktur pasca banjir bandang di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
- Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Betalemba setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu pada Sabtu, 30 Mei 2026.
- Dampak bencana merendam pemukiman 25 kepala keluarga serta memutus akses transportasi utama di Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir.
Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa percepatan penanganan dampak banjir bandang pasca-robohnya struktur tanggul sungai di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, memerlukan intervensi logistik segera.
Dukungan armada alat berat dinilai menjadi kebutuhan paling krusial saat ini untuk mempercepat proses pemulihan fisik dan prasarana di area terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa mobilisasi kendaraan alat berat sangat mendesak demi membersihkan tumpukan sisa material banjir sekaligus memulai rekonstruksi infrastruktur darurat di pemukiman warga.
"BPBD Kabupaten Poso bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah melakukan kaji cepat di lokasi kejadian. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat berat untuk pembersihan material serta pembangunan tanggul baru," jelas Abdul Muhari dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Kronologi Luapan Sungai dan Kerusakan Infrastruktur
Abdul menguraikan, bencana hidrometeorologi basah ini mengantam kawasan hilir secara mendadak setelah wilayah hulu diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (30/5/2026) sore sekitar pukul 17.00 WITA. Lonjakan debit air yang ekstrem dalam waktu singkat membuat Sungai Betalemba tidak mampu menampung volume arus.
Akibatnya, tekanan air menjebol struktur pembatas sungai hingga memicu banjir luapan yang merjang kawasan pemukiman di Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan.
Kerusakan akibat runtuhnya tanggul tersebut langsung berdampak pada sektor domestik dan fasilitas publik. Otoritas mencatat sedikitnya 25 kepala keluarga (KK) sempat berada dalam kondisi terisolasi lantaran rumah tinggal mereka terendam luapan banjir secara tiba-tiba.
Selain merendam puluhan unit rumah warga, terjangan arus banjir bandang yang kuat dilaporkan memutus satu ruas jalan desa yang berfungsi sebagai urat nadi transportasi utama masyarakat setempat, serta merobohkan keseluruhan struktur tanggul pelindung sungai.
Baca Juga: 96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga
Berita Terkait
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni
-
Niat Bantu Korban Banjir Aceh, Finalis Miss Universe Indonesia 2025 Malah Diteror Foto Seronok
-
Tangis Guru di Aceh Pecah di Depan Finalis Miss Universe: Kasihan Anak-Anak Kepanasan di Tenda
-
Rugi Setengah Miliar! Titik Api Kebakaran Showroom BYD BSD Berasal dari Gudang Sparepart
-
Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1B Capai 83 Persen
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni
-
Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap