Suara.com - Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan rata-rata ada tujuh orang dituntut mati dalam seminggu pada kasus narkoba.
Hal tersebut dinyatakan sendiri oleh Burhanuddin dalam podcast Deddy Corbuzier yang tayang, Kamis (12/5/2022).
"Narkoba aja mas, narkoba itu hampir dalam seminggu saya tanda tangani, saya setujui untuk dihukum dituntut mati itu tujuh, hampir rata-rata segitu," ujar Burhanuddin.
Meskipun demikian, menurutnya ada ukuran tersendiri bagi pengedar narkoba untuk dituntut mati.
"Kita pernah lebih dari itu, rata-rata aja mas sekitar itu," tambahnya.
Menurutnya pengguna atau pengedar narkoba di Indonesia cukup tinggi. Pasalnya 70 persen penghuni penjara terkait dengan narkoba.
"Bismillah saja, wong udah ngerusak bangsaku ini," ujar Burhanuddin saat ditanya bagaimana perasaan saat menandatangani hukuman mati pada kasus narkoba.
"Udah dongkol," tambahnya.
Menurut Burhanuddin ia sering kali masih menimbang-nimbang tentang hukuman mati bagi kasus lain.
Baca Juga: Cara Membuat Es Permen Karet di Rumah, Rasanya Dijamin Enak dan Menyegarkan
"Tapi kalu dibaca [berkasnya] sekian puluh kilo [kepemilikan narkoba] udah lah," tambah Burhanuddin lagi.
Pada podcast tersebut, Burhanuddin juga membicarakan soal kasus minyak goreng hingga kerjasama kejaksaan agung dengan KPK.
Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), penggunaan narkoba di tanah air memang meninggat di tahun 2021.
Setidaknya kenaikan penggunaan nakoba sekitar 0,15 persen sehingga pengguna total mencapai 1,95 prsen penduduk atau 3,66 juta jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar