Suara.com - Tujuh orang meninggal dunia dan sepuluh orang lainnya luka-luka dalam peristiwa kecelakaan di Jalan Raya Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (15/5/2022).
"Dari laporan di lapangan, jumlah korban yang meninggal dalam kecelakaan itu ada tujuh orang," kata Kasatlantas Polres Karawang AKP Laode Habibi Ade Jama, saat dihubungi di Karawang.
Menurut dia, kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Minggu sore itu melibatkan sebuah kendaraan jenis Isuzu Elf nopol T-7556-DB dan sejumlah sepeda motor.
Informasi dari beberapa saksi, kecelakaan terjadi akibat kendaraan Isuzu Elf secara tiba-tiba oleng hingga menyeberang jalur berlawanan sampai menabrak sejumlah pengendara motor.
Kasatlantas menyampaikan total ada 17 korban dalam peristiwa kecelakaan itu. Tujuh orang di antaranya meninggal dunia dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka.
Enam korban yang meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Karya Husada dan satu korban meninggal yang lain dibawa ke Rumah Sakit Fikri.
Sementara untuk korban luka-luka di antaranya dibawa Rumah Sakit Karya Husada, Rumah Sakit Fikri, dan Rumah Sakit Siloam.
Termasuk sopir Elf yang bernama Deni Budiman, warga Majalengka, Jawa Barat, dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini kepolisian masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengetahui kronologis kecelakaan yang sebenarnya.
Baca Juga: Kapal Tenggelam di Tembilahan, Penumpang Mengapung Selamatkan Diri, Mie Instan Berserak
"Untuk kronologi masih dalam proses penyelidikan, masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi," katanya. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Meleng Kurang Konsentrasi, Pemuda Tuban Tewas Tubruk Truk di Depannya
-
Kapal Tenggelam di Tembilahan, Penumpang Mengapung Selamatkan Diri, Mie Instan Berserak
-
Dari Deddy Corbuzier sampai Charly Van Houten, 5 Artis Takut Naik Pesawat
-
Kecelakaan, Jari Indra Bruggman Nyaris Putus Terpotong Gergaji Mesin
-
Sebuah Kapal Tenggelam di Inhil Riau, Sebanyak 22 Penumpang Selamat
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun
-
KPK Periksa Anggota DPRD Pati, Dalami Komunikasi Terkait Isu Pemakzulan Sudewo
-
Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang
-
Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
-
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri
-
HNW Kecam Keras Sahur On The Road di Jombang, Pakai Sound Horeg dan Penari Seksi?
-
Sudah 31 Kecelakaan dalam Sebulan, KAI Daop 1 Minta Warga Tak Ngabuburit di Jalur Kereta
-
6 Fakta Terkini Banjir Bali: Sanur Terparah hingga Status Siaga Gelombang 4 Meter
-
ICW Desak KPK Awasi Ketat SPPG Polri, Ada Potensi Uang Negara Hilang Hingga Rp2 Triliun?