Suara.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM mengecam tindakan brutal aparat TNI-Polri terhadap para demonstran warga sipil yang menolak pemekaran wilayah di Papua.
Pasukan TPNPB dibawah Pimpinan Okiman Purom Wenda memberikan peringatan keras kepada pemerintah yang akan melakukan pemekaran wilayah di Papua melalui Undang-Undang Otonomi Khusus.
"TPNPB wilayah Lapago mendukung aspirasi rakyat bangsa Papua untuk menolak otsus jilid II dan juga Daerah Otonomi Baru yang diorganisir oleh Petisi Rakyat Papua," kata Okiman, Senin (6/6/2022).
Secara spesifik, Okiman akan mengincar Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua, Lenis Kogoya dan Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom. Keduanya dianggap mendukung pemerintah Indonesia melakukan pemekaran wilayah di Papua.
"Namun jika oknum-oknum tim pemekaran provinsi bersama Befa dan Lenis Kogoya tersebut memaksakan maka kami Militer TPNPB wilayah Lapago akan mengejar mereka dan tembak mati," tegasnya.
Dia juga mengklaim 99 persen orang asli Papua menolak pemekaran wilayah dan undang-undang otonomi khusus.
Berita Terkait
-
Anggota OPM Lerinus Murib Tewas Ditembak, Ini Daftar Aksi Kekerasannya Menurut Polisi
-
Polisi Klaim Lerinus Murib Terlibat Kekerasan di Puncak Papua
-
Investigasi PalestIna: Israel Sengaja Bunuh Jurnalis Shireen Abu Aqla
-
Klaim TPNPB-OPM: Sopir Truk Yang Kami Tembak Adalah Intel Kopassus, Bukan Warga Sipil
-
PWI Kecam Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi