Menyusul pertempuran sengit di Sievierodonetsk, Rusia mengendalikan "bagian utama" tetapi tidak seluruh kota, kata Gaidai.
Di kota kembaran Sievierodonetsk, Lysychansk, bangunan-bangunan tempat tinggal dan rumah-rumah pribadi hancur oleh serangan Rusia, katanya.
"Orang-orang sekarat di jalan dan di tempat perlindungan," kata Gaidai.
Para analis di Institut Studi Peperangan, Washington, menulis dalam sebuah catatan bahwa "Pasukan Rusia kemungkinan akan mampu merebut Sievierodonetsk dalam beberapa pekan mendatang, tetapi dengan mengerahkan sebagian besar kekuatan yang ada ke daerah kecil tersebut."
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan perang di Ukraina dapat berlangsung bertahun-tahun.
Dia mendesak Barat untuk terus mengirimkan senjata canggih kepada pasukan Ukraina, menurut harian Jerman Bild am Sonntag.
"Kita harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa (perang) itu akan memakan waktu bertahun-tahun. Kita tak boleh menyerah dalam mendukung Ukraina," kata Stoltenberg seperti dikutip harian itu.
Di kota terbesar kedua Kharkiv, barat daya Luhansk, rudal-rudal Iskander telah menghancurkan persenjataan kiriman Barat, kata kementerian pertahanan Rusia.
Pasukan Rusia berusaha mendekati Kharkiv dan menjadikannya "kota garis depan", kata seorang pejabat kementerian dalam negeri Ukraina.
Baca Juga: NATO Prediksi Perang Ukraina Berlangsung Lama, Harga Mi Instan Terancam Makin Mahal
Di Ukraina selatan, senjata-senjata Barat membantu pasukan Ukraina bergerak maju menuju kota Melitopol yang diduduki Rusia, kata wali kotanya di Telegram.
Sumber: Reuters/Antara
Berita Terkait
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia
-
Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara