Suara.com - Indonesia memang dikenal dengan kekayaan budayanya. Setiap daerah relatif memiliki kebiasaan dan budaya yang berbeda dari dari lainnya.
Seperti budaya mengundang hajatan di salah satu desa di Jawa Timur ini.
Pada video yang diunggah oleh akun Instagram @terangmedia, terlihat berjajar banner yang mirip dengan banner kampanye.
Banner yang terpasang di jalanan tersebut ternyata bukan untuk menyerap suara politis, namun untuk mengundang orang-orang ke hajatan.
Undangan Hajatan Pakai Banner
Pada video yang diunggah akun Instagram @terangmedia, terlihat berjajar banner dengan foto pasangan pria dan wanita.
Rupanya banner-banner tersebut adalah sebuah undangan terbuka untuk hajatan mulai dari pernikahan, ngunduh mantu, dan lain sebagainya.
Tradisi undangan terbuka dengan banner itu memang sudah menjadi hal lumrah di daerah Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
"Ini bukan banner caleg ya Guys, tapi ini banner orang yang punya hajatan nikahan," tulis akun Instagram @terangmedia.
Baca Juga: Mereka Tentang Jakarta yang ke-495 Tahun: Dari Satu Sampai Seratus, Saya Seratus!
"Banner ini adalah undangan terbuka sekaligus pemberitahuan bagi warga di sekitar Munjungan yang mana daerah tersebut mayoritas berada di area pegunungan," tambahnya.
Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Menjelang hajatan 2024," komentar warganet.
"Yang difoto yang mau nikah? Lho banyak sekali yang mau nikah," imbuh warganet.
"Di desa kalau punya hajatan harus undang desa atau dusun lain," tambah lainnya.
"Beda ya sama yang di kota," tulis warganet di kolom komentar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029