Pertama yang bisa ditangkap dari ibadah haji adalah makna tauhid. Makna ini tersirat dalam posisi Ka’bah sebagai sentra atau pusat kedatangan para jamaah calon haji dari berbagai belahan dunia. Jutaan orang dari berbagai penjuru bangsa berkumpul dalam satu pusat, tanpa dibedakan.
Ini menjadi simbol bahwa tujuan dari keseluruhan hidup ini adalah satu, yakni Allah SWT. Penjulukkan Ka’bah sebagai “baitullah” (rumah Allah) harus benar-benar dipahami dalam makna tersebut, bukan berarti Allah bersemayam di dalam Ka’bah.
Begitu pula dengan Hajar Aswad yang terletak di sudut timur dari laut Ka'bah. Kedudukannya yang sangat mulia hinggajutaan orang berebut menyentuh dan menciumnya sehingga tidak boleh sampai membuat mereka menyembahnya. Anjuran menyentuh dan mencium Hajar Aswad muncul karena untuk mengikuti sunnah Nabi. Sebagaimana dikatakan Sayyidina Umar bin Khattab:
Artinya: “Sungguh aku tahu, engkau hanyalah batu. Tidak bisa mendatangkan bahaya atau manfaat apa pun. Andai saja aku ini tak pernah sekalipun melihat Rasulullah shallahu alaihi wa sallam menciummu, aku pun enggan menciummu.” (HR: Bukhari)
Kedua adalah makna kemanusiaan. Pakaian ihram yang dikenakan oleh orang-orang saat memulai ibadah haji adalah simbol kesamaan dan kesetaraan semua umat manusia.
Dalam ihram seluruh umat dianjurkan mengenakan pakaian berwarna putih. Bagi jamaah haji laki-laki diwajibkan mananggalkan semua pakaian berjahit dan menggantinya dengan hanya menggunakan dua helai kain.
Kaum laki-laki juga dilarang mengenakan topi atau peci, sedangkan jamaah perempuan dilarang mengenakan cadar. Ritual ini menandakan dari kesatuan identitas manusia sebagai hamba Allah, dan melepaskan identitas-identitas selainnya. Seperti suku, ras, nasab, jabatan politik, kelas ekonomi, dan juga ketokohannya di dunia. Pemulung, selebritis, ulama, menteri, atau presiden mereka datang ke Tanah Suci sebagai hamba Allah, bukan sebagai orang dengan kedudukan duniawinya.
Makna kedua ini sekaligus mempertegas dari makna pertama, yakni nilai tauhid. Konsekuensi dari menjunjung tinggi tauhid adalah mengakui bahwa tidak ada yang lebih mulia selain Allah SWT. Manusia pada hakikatnya berada dalam satu kesetaraan. Standar kedudukan manusia hanya bisa dinilai dari sudut pandang Allah saja, melalui tingkat ketakwaannya. Manusia paling mulia adalah mereka yang paling bertakwa kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha-Mengetahui lagi Maha-Mengenal.” (QS al-Hujurat: 13)
Baca Juga: Khutbah Idul Adha Singkat 2022: Pelajaran Utama Hari Raya Kurban
Tak hanya pakaian-pakaian “kehormatan” duniawi yang dilepas, jamaah haji dari berbagai bangsa dan negara juga bersama-sama untuk meninggalkan tempat asalnya dan berkumpul di tempat yang sama. Pemandangan ini lebih tampak ketika mereka sedang bersama-sama melakukan wukuf di Arafah.
Mereka semua harus berdiam di lokasi yang sama dan di bawah terik matahari yang sama. Ini menandakan bahwa sesungguhnya semua manusia siapa pun itu, pada akhirnya akan kembali pada Dzat yang tunggal yaitu Allah SWT. Ibadah haji sebagai gambaran bahwa manusia harus kembali ke fitrah aslinya sebagai hamba, baik ketika hidup maupun ketika mati.
Ketiga adalah makna napak tilas sejarah dari kenabian. Haji juga menjadi momen untuk mengenang jejak nabi-nabi terdahulu, khususnya Nabi Adam, Nabi Ibrahim, dan tentubya Nabi Muhammad. Perjalanan mereka bukanlah sejarah hidup yang memiliki makna kosong, melainkan mengandung berbagai pelajaran yang penting untuk diingat dan dipelajari.
Ritual melontar Jumrah, misalnya, adalah jejak permusuhan Nabi Adam terhadap setan yang mengganggunya. Kita diingatkan tentang pentingnya selalu bersikap waspada terhadap berbagai tipu daya musuh terlaknat tersebut.
Begitu juga tentang ritual Sa’i yang menyimpan sejarah dari perjuangan Siti Hajar mencari air untuk putranya, Ismail, ketika ditinggal sang suami, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Ia harus lari-lari yang berulang sampai tujuh kali.
Menjadi simbol kegigihan ikhtiar yang tak kenal putus asa. Hingga akhirnya pertolongan Allah pun datang yang ditandai dengan memancarnya air secara tiba-tiba dari bawah kaki Nabi Ismail. Mata air itu kemudian sekarang kita kenal sebagai sumur Zamzam.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Mensos Gus Ipul Ajak Dema PTKIN se-Indonesia untuk Mensukseskan Sekolah Rakyat
-
Ketua Umum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
-
Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun
-
Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza
-
Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026
-
Menhan Sjafrie: Misi Kemanusiaan Gaza Tertunda Akibat Konflik AS - Iran
-
LPSK Pasang Badan, Lindungi PRT di Jaksel yang Diduga Dianiaya dan Dilaporkan Balik Majikan
-
23 Gedung di Jakarta Terancam Disegel Imbas Tak Punya Izin SLF, Termasuk Pasar Asemka!
-
Reaksi Presiden Irlandia Usai Adiknya Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla