Operator SDN Pondok Petir 03, Zainul Arifin sebagai rekan ER mengatakan bahwa dirinya terkejut mengetahui Eni Rohaeni alias ER aktif di media sosial. Zainul juga mengungkap keseharian ER, guru di Depok yang menjadi korban persekusi usai sindir Rizieq Shihab soal Holywings di Twitter.
Menurutnya, kepribadian guru honorer di SD negeri Pondok Petir 03 Depok itu sangat jauh berbeda saat di sekolah. ER merupakan guru honorer pengajar mata pelajaran bahasa Sunda di SDN Pondok Petir 03, di mana secara kedinasan Eni bertugas belum sampai setahun. Selama berdinas, ER dinilai beberapa kali kurang disiplin dan sulit untuk menerima masukan dari rekan sejawatnya.
Buntut cuitan sindir HRS yang mengundang persekusi, guru SD Negeri Pondok Petir 03 Depok itu hingga kini belum diizinkan masuk sekolah. Menurut Kepala bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Depok Wawang Buang, ER telah dinonaktifan sementara sejak Senin. Penonaktifan tersebut dilakukan dengan beberapa alasan perbuatan Eni di media sosial melanggar norma tenaga pendidik dan kependidikan.
Sementara itu, ER telah menyampaikan permohonan maafnya karena membuat cuitan yang menghina HRS. Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh Eni melalui video yang dibagikan di media sosial Twitter dan Instagram.
"Menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dengan tulus dan ikhlas kepada imam besar Habib Muhammad Rizieq Shihab dan pengikutnya. Saya berharap permohonan maaf ini bisa dijadikan maklum adanya," ujar ER dalam video yang beredar di media sosial.
Itulah sedikit ulasan mengenai Siapa guru di Depok yang sindir Rizieq soal Holywings.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Terpopuler: Begini Karakter Guru yang Nyinyir kepada Habib Rizieq, Wacana Koalisi Nasdem-PKS-Demokrat di Pilpres 2024
-
Wanita yang Fitnah Rizieq Shihab di Penutupan Holywings Ternyata Berstatus Guru Honorer, Bagaimana Nasibnya Saat Ini?
-
Pihak Sekolah Blak-blakan Bocorkan Karakter Oknum Guru SD di Depok, Usai Nyinyir Habib Rizieq
-
Viral Pengakuan Guru Honorer yang Dapat Gaji Rp 1 Juta dari Dua Sekolah Tempat Bekerjanya
-
Sebanyak 3.039 Guru di Bogor Adukan Nasib ke DPRD Setelah Lulus PPPK
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan