Suara.com - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru tengah mencari WNI bernama Imelda Purwati, ibu kandung dari anak berinisial SN. Kekinian anak tersebut masih dirawat pihak KJRI setelah terpisah dengan ibu dan saudaranya di Malaysia.
"Hingga saat ini belum ada kabar keberadaan ibu kandung dari anak berinisial SN tersebut," kata Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KJRI Johor Bahru Mohamad Rizali Noor saat dihubungi dari Kuala Lumpur, Kamis (7/7/2022).
Sesuai paspor, Imelda merupakan Warga Negara Indonesia dari Batam yang menikah secara siri dengan warga Malaysia.
Berdasarkan informasi dari KJRI Johor Bahru, pasangan beda negara tersebut sebelumnya tinggal di daerah Muar, Negeri Johor, dan memiliki tiga orang anak. SN merupakan anak pertama dari pasangan tersebut.
Orang tua SN mengalami konflik rumah tangga dan diduga ayahnya melakukan tindakan kekerasan pada anak-anaknya.
Imelda disebut berhasil membawa dua anaknya, tetapi tidak berhasil membawa serta SN yang berusia delapan tahun.
Tetangga yang mendengar pertengkaran sempat melapor ke pihak polisi dan akhirnya ayah kandung SN melewati proses hukum hingga ke pengadilan.
Jabatan Kebajikan Masyarakat di daerah Muar yang sebelumnya merawat SN kemudian menyerahkannya kepada KJRI Johor Bahru, mengingat SN tidak memiliki dokumen sebagai warga negara Malaysia.
Menurut keterangan dari KJRI Johor Bahru, saat ditemukan kondisi SN memang mengalami trauma, namun kini mulai membaik. Saat ini di KJRI, SN telah mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Indonesia Johor Bahru yang berada di dalam area KJRI.
Baca Juga: 3 Orang asal Mempawah Dideportasi Imigrasi Malaysia
Tujuannya agar SN dapat mulai mengurangi dan mengobati rasa traumanya. Dengan aktivitas yang cukup banyak, saat ini SN tidak menanyakan ibunya ataupun keluarganya.
Cari Imelda
KJRI Johor Bahru, kata Rizali, belum mengetahui keberadaan Imelda. Namun mengingat sulitnya untuk pulang melalui pelabuhan di seberang laut dan Pasir Udang, mereka memperkirakan ibu dari SN masih ada di wilayah Malaysia.
"Oleh karena itu kami berharap masyarakat bisa membantu KJRI dalam memberi informasi keberadaan ibunya," katanya.
Bagi yang mengetahui keberadaan Imelda Purwati, ibu kandung SN, dapat segera menghubungi hotline KJRI Johor Bahru di nomor +60167700378.
"Seandainya kami bisa menemukan Ibu Imelda, kami akan menampung dia beserta anak-anaknya di shelter KJRI Johor Bahru, kemudian membantu proses kepulangannya ke Indonesia," ujar dia.
"Jadi sekali lagi mohon bantuan kepada siapa saja yang mengetahui keberadaan Ibu Imelda, tolong infokan bahwa anaknya yang pertama, SN sudah berada dalam penjagaan KJRI," lanjutnya.
Seandainya dalam waktu dekat tidak ditemukan, KJRI Johor Bahru akan segera memproses kepulangan SN ke Indonesia, tepatnya ke Rumah Perlindungan Bambu Apus Jakarta. Dengan harapan ketika KJRI dapat bertemu Imelda akan diarahkan untuk segera menjemput anaknya di Jakarta. (Antara)
Berita Terkait
-
Sajikan Santapan Khas Nusantara, Warung Indonesia Jadi Obat Rindu Jemaah Haji
-
3 Orang asal Mempawah Dideportasi Imigrasi Malaysia
-
Delapan Bulan Tertahan di Vietnam karena Kecelakaan Kapal, Enam ABK Indonesia Akhirnya Bisa Dipulangkan
-
Kasus COVID-19 di China Melonjak, Shanghai Lockdown, Begini Kondisi Konsulat Jenderal RI di Sana
-
Innalillahi, Dua Warga Negara Indonesia Dihukum Mati di Arab Saudi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi