Suara.com - Kepala BNPT Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar mengatakan kegiatan keagamaan di lingkungan kampus kerap digunakan jaringan teroris untuk menarik simpatisan. Sehingga dia mengajak semua pihak di kampus mencegah lingkungan kampus dimanfaatkan jaringan terorisme.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
BNPT bersama kedua universitas tersebut sepakat melakukan kajian bersama terkait radikalisme dan terorisme.
Kampus juga akan terlibat aktif dalam Kawasan Terpadu Nusantara yang didirikan BNPT untuk tujuan deradikalisasi berbasis kesejahteraan.
"Kegiatan keagamaan di lingkungan kampus kerap digunakan jaringan teroris untuk menarik simpatisan," kata Boy Rafli dalam keterangan persnya, Kamis hari ini.
Selain itu kalangan mahasiswa juga rentan dipengaruhi propaganda radikal yang beredar di media sosial, ujar Kepala BNPT.
Menghadapi fenomena tersebut, civitas academica (masyarakat akademik) harus peka dan aktif dalam melakukan edukasi nilai agama yang baik, serta penguatan nilai-nilai konsensus bernegara, kata Boy Rafli.
Terorisme tidak sungkan menggunakan narasi-narasi agama untuk menyetujui kekerasan ekstrem.
Oleh karena itu, semua pihak termasuk lingkungan kampus harus menarik dengan tegas garis demarkasi bahwa hal itu bukan ajaran agama.
Baca Juga: Kasus Anak Kiai Jombang Dinilai Melecehkan Wibawa Penegak Hukum
"Mari kita perkuat wawasan kebangsaan, perkuat pemahaman terhadap empat konsensus dasar dan moderasi beragama," ajak dia.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo mengakui pentingnya peran civitas academica untuk mencegah radikalisme dan terorisme.
Menurutnya, masyarakat di lingkungan kampus bisa mengambil peran melalui tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
"Edukasi cinta Tanah Air penting bagi mahasiswa. Dengan demikian muncul kerangka berpikir yang terbuka dan inklusif," kata dia.
Di satu sisi, ia mengatakan generasi muda perlu waktu untuk memahami jati dirinya.
Oleh karena itu, universitas menyiapkan unit aktivitas kemahasiswaan atau kegiatan yang meningkatkan profesionalisme, membangun cara pandang mahasiswa yang terbuka dan toleran terhadap perbedaan.
"Kita bisa bekerja sama dengan BNPT di Kawasan Terpadu Nusantara dalam rangka proses pengabdian masyarakat," kata Widodo.
Senada dengan itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Dr. Fauzan mengatakan saat ini seluruh aktivitas kampus selalu di bawah pengawasan pendidik. Tujuannya, untuk mencegah gerakan radikal.
"Kita harus membangun kesadaran bahwa negara ini tidak mungkin digotong oleh satu golongan. Apalagi, sebagai lembaga pendidikan yang notabene membangun peradaban ke depan, tentu wawasan nilai kebangsaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan," tegas Fauzan. (Antara)
Berita Terkait
-
Gaya Bahasa Jakselan di Kampus yang Bikin Logika Bahasa Baku Jadi Korban
-
Kesenjangan Literasi AI yang Diam-diam Menciptakan Kasta Baru di Kampus
-
Navigasi Maba: Jangan Sampai Mabuk Organisasi Merusak Kuliah yang Wajib
-
Tudingan Sesat Imigrasi AS, Sebut Wasit Omar Artan Terlibat Organisasi Teroris
-
18 Kisah Terjal Menuju Kampus Impian di Buku Simfoni Mimpi Anak Negeri
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser