Suara.com - Umat muslim baru saja merayakan Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah. Selain mendapatkan jatah daging, biasanya beberapa warga akan mendapatkan jatah bagian jeroan hewan kurban. Jeroan yang biasa diminati adalah babat, usus, hati, dan lainnya.
Sebelum mengolah jeroan hewan kurban, tentunya jeroan tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu karena jeroan merupakan potongan yang rentan berbau amis. Jeroan harus ditangani secara khusus agar bau amis yang tercium bisa hilang.
Salah satu cara untuk menghilangkan bau tersebut adalah dengan merendam jeroan dengan air kapur sirih.
Hal ini sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh pria ini. Cara yang dilakukan pria ini untuk membersihkan jeroan begitu eksentrik. Ia membersihkan jeroan dengan cara memasukkan jeroan ke dalam mesin cuci.
Aksi eksentrik pria ini dapat dilihat melalui unggahan video akun Instagram @kepoin_trending pada Senin (11/07/22).
Dalam video ini, terlihat seorang pria yang sedang menyiapkan satu wadah besar yang berisi jeroan.
Selanjutnya, terlihat pria lain yang kemudian memasukkan cairan berwarna putih ke dalam mesin cuci yang sudah terisi oleh air.
Pria tersebut kemudian memasukkan jeroan yang telah disiapkan ke dalam mesin cuci.
Setelah semua dimasukkan, ia pun kemudian menghidupkan mesin cucinya. Setelah dirasa bersih, ia kemudian mengangkat jeroan dari dalam mesin cuci ke dalam sebuah ember.
Terlihat keadaan air yang ada di dalam mesin cuci begitu berwarna keruh.
Sontak saja video ini menuai beragam komentar dari warganet.
"Detik-detik sebelum diusir bini," ujar warganet.
"Apa kabar istrinya?" tanya warganet.
"Besok dasternya bau babat," ungkap warganet.
"Sekadar saran, lebih baik ditambahkan detergen, lalu dibilas sampai bersih, dan dikasih pewangi pakaian agar lebih bersih dan higienis tentunya," terang warganet.
"Sekalian dikasih detergen," tambah warganet.
Hingga saat ini, video unggahan ini telah mendapatkan sejumlah ratusan suka dan puluhan suka dari warganet.
Berita Terkait
-
Viral Rekaman CCTV Aksi Pengeroyokan Gerombolan Pemuda kepada PKL di Bandung, Publik Dibuat Geram: Kirim ke Gaza
-
Terekam CCTV, Sekelompok Gangster Keroyok Pedagang Kaki Lima di Bandung, Aksinya Tuai Kecaman Publik
-
Angkat Suara Kecewa Harga Anjlok, Petani Sawit 'Mempersilakan' Maling untuk Datang ke Kebun: Saya Ikhlaskan
-
Dunia Serasa Milik Berdua, Dua Sejoli Bermesraan di Kereta saat Ramai Penumpang, Tuai Pro Kontra
-
Nekat Lawan Arus, Angkot Ini 'Dipukul Mundur' Truk TNI
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?