Dalam konfrensi pers kedua, Ramadhan mengatakan bahwa saat penembakan terjadi Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo tengah berada di luar rumah untuk melakukan tes PCR COVID-19.
Namun, begitu wartawan menanyakan di mana lokasi persis dan dalam rangka apa Irjen Ferdy melakukan tes PCR, Ramadhan justru terdengar beralasan layaknya menutupi sesuatu.
“Pak terkait dengan Pak Kadiv Propam itu, kemana ya perginya tidak ada di rumah?” tanya wartawan.
“Yang jelas tidak ada di rumah,” jawab Ramadhan.
“Iya itu sedang apa? Awalnya tadi kan katanya ada tes PCR, itu dalam rangka apa tes PCR?” tanya wartawan lagi.
“Nanti kita tanyakan, yang jelas pada saat kejadian beliau tidak ada di rumah. Beliau mengetahui kejadian setelah terjadi penembakan yang menelpon istri beliau,” kata Ramadhan.
4. Penjelasan tugas Brigadir J tidak jelas
Masih dalam konfrensi pers di hadapan wartawan, Ramadhan mengatakan Brigadir J bertugas sebagai sopir istri Kadiv Humas. Sementara Bharada E merupakan ajudan pribadi dari Kadiv Propam.
Keterangan berbeda disampaikan pihak keluarga yang mengatakan bahwa Brigadir J sudah dua tahun bekerja sebagai ajudan Ferdy Sambo.
Baca Juga: Daftar Pangkat Polisi dari yang Terendah hingga Tertinggi, Bharada Golongan Apa?
5. Keluarga sempat tidak diizinkan melihat jenazah
Pihak keluarga mengaku sempat tidak diizinkan melihat kondisi jenazah Brigadir J begitu tiba di rumah pada Sabtu (9/7/2022) oleh polisi. Namun setelah ibu Brigadir J terus mendesak, mereka baru diperbolehkan.
Pihak keluarga juga mengatakan sejak jenazah Brigadir J tiba di Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, tidak ada penjelasan apapun dari kepolisian terkait penyebab atau kronologi terjadinya penembakan.
6. Keterangan luka yang berbeda
Pihak keluarga mengatakan ada empat luka tembak pada tubuh Brigadir J, yakni dua luka di dada, satu luka tembak di tangan, dan satu luka tembak lainnya di bagian leher. Selain itu, mereka juga mengatakan terdapat luka sayatan senjata tajam di bagian mata, hidung, mulut, dan kaki.
Ini berbeda dengan keterangan pihak kepolisian. Ramadhan mengatakan Brigadir J mengalami tujuh luka dari lima tembakan. Dua lukanya berasal dari sayatan proyektil yang ditembakan Bharada E ke Brigadir J.
7. CCTV di lokasi kejadian rusak
Pihak kepolisian mengatakan CCTV di rumah Kadiv Propam rusak sehingga tidak bisa dijadikan bukti. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto mengungkapkan alasan tidak berfungsinya kamera pengawas itu lantaran decoder atau DVR CCTV-nya rusak.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Tag
Berita Terkait
-
Daftar Pangkat Polisi dari yang Terendah hingga Tertinggi, Bharada Golongan Apa?
-
Nekat, Aksi Dua Maling Bangku Tunggu Pasien di Klinik Ini Terekam CCTV
-
3 Luka Brigadir J yang Dicurigai Keluarga, Jari Putus hingga Sayatan Kelopak Mata
-
Heboh Kasus Polisi Tembak Polisi Di Rumah Kadiv Propam, Jazilul PKB: Ini Masalah Yang Aneh
-
Tuai Pujian, Aksi Para Pemuda Gercep Bantu Pedagang Keliling yang Gerobaknya Terguling
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Golkar Santai Lihat Jokowi Safari Politik Bareng PSI ke Lampung: Beliau Orang Merdeka
-
Polisi Bongkar Bisnis Ilegal Airgun di Tanjung Priok, Pria 28 Tahun Ditangkap
-
Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi
-
TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu
-
KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'
-
Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287 Warga Asing
-
Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!
-
Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!
-
Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda
-
Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!