Suara.com - Maling sepeda motor di Jalan Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara babak belur diamuk massa. Pelarian pelaku berakhir setelah tersungkur ke jalanan usai ditendang oleh warga yang mengejarnya ketika pelaku kabur. Aksi pengejaran terhadap maling motor itu sempat terekam kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian.
Berdasar rekaman video yang diunggah akun Instagram, @lensa_berita_jakarta, aksi maling yang berakhir diamuk massa itu terjadi pada Rabu (13/7/2022) sekitar pukul 09.30 WIB.
"Detik-detik seorang pelaku curanmor terjatuh dari motornya akibat dikejar oleh warga setelah sebelumnya melarikan diri," tulis @lensa_berita_jakarta seperti dikutip Suara.com, Rabu.
Dalam rekaman video terlihat pelaku awalnya dikejar warga menggunakan sepeda motor. Tak berselang lama pelaku putar arah. Karena diduga panik, pelaku terjatuh dari motornya. Warga yang melihat langsung mengejar pelaku dan memukulinya.
Terpisah, Kapolsek Penjaringan, Kompol Ratna Quratul Aini ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan kejadian berawal saat korban seorang perempuan memarkirkan sepeda motornya di sebuah minimarket.
"Tidak lama sekitar 5 menit, motor korban sudah dibawa oleh pelaku. Korban mengejar dan berteriak maling," kata Ratna.
Saat korban berteriak, melintas seorang warga, dan langsung mengejar pelaku. Keduanya pun saling berkejaran di jalanan.
Hingga akhirnya warga tersebut menendang pelaku, hingga terjatuh dari sepeda motor curiannya. Pelaku berhasil ditangkap dan digiring ke Polsek Penjaringan, Jakarta Utara.
Baca Juga: Aksi Nekat Warga Rusia Curi Motor Vario Di Bali Berujung Masuk Bui
Berita Terkait
-
Kurir Apes, Motornya Digondol Maling, Paket Pelanggan Berhamburan di Jalan
-
Aksi Nekat Warga Rusia Curi Motor Vario Di Bali Berujung Masuk Bui
-
Alap-alap Pelaku Curanmor di Kebumen Diciduk Polisi, Total 8 Kendaraan Berhasil Dimaling
-
Kocak! Komplotan Curanmor Ditangkap Polisi, Gara-garanya Satu Tersangka Wanita Jual Komponen Motor Lewat Medsos
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan