Suara.com - Pernikahan memang seyogyanya menjadi hari yang begitu berkesan terutama untuk kedua mempelai. Namun sepertinya pengantin pria di video unggahan akun Instagram @memomedsos berikut benar-benar tidak akan bisa melupakan hari pernikahannya.
Hal ini tentu tak lepas dari hadiah yang diberikan oleh teman-temannya di hari pernikahannya. Sebab bukannya mendapat hadiah yang lazim, teman-temannya justru memberikan seekor anak kambing.
Kocaknya lagi, anak kambing yang masih kecil itu terlihat dirias sedemikian rupa, mulai dair mengenakan perona pipi sampai kepalanya dihiasi dengan pita biru.
Tak hanya itu, kambing tersebut juga terlihat dipakaikan baju hingga lehernya diberi kalung rangkaian bunga berwarna kuning, membuat penampilannya semakin luar biasa.
Video yang semula diunggah oleh @armanmultimedia itu diwarnai dengan tawa para tamu yang hadir, apalagi ketika kambing itu mengembik lantaran harus diikat di pelaminan oleh pengantin.
"Pria ini diberi hadiah kambing di pelaminan oleh teman saat menikah," ujar @memomedsos menggambarkan peristiwa di video kocak tersebut, dikutip Suara.com pada Rabu (20/7/2022).
Tentu bukan cuma hadirin pernikahan yang dibuat terpingkal oleh kado spesial tersebut, warganet yang ikut menyaksikan videonya juga tertawa menyaksikan momen kocak itu.
"Indahnya pertemanan yang sejati," komentar warganet.
"Mayan buat aqiqah," ujar warganet.
Baca Juga: Sedih! Wanita Ini Ajak Makan Driver Ojol, Ternyata Abangnya Punya Kisah Nyesek
"Btw itu mahal lo..." imbuh warganet lain.
"Pake dimakeup pulaa kambingnya mentang-mentang mau dibawa kondangan," seloroh warganet.
"Salfok sama kambingnya pake pita," tutur warganet.
"Itu kalau kambingnya tiba tiba beraq di atas panggung langsung ribet," celetuk warganet.
"Dikasi kambing biar pas punya anak mau acara akikah, sudah tidak beli kambing lagi, kalau anaknya cowo, kan tinggal nambah 1 lagi wkwk," timpal yang lainnya, menjelaskan makna hadiah antimainstream tersebut.
Untuk video selengkapnya bisa disaksikan di sini.
Tag
Berita Terkait
-
Video Viral Istri Ajak Suami Makan Di Tempat Kerja Pelakor, Netizen Salfok: Alis Pengeruk Harta
-
Viral Wanita ini Kehilangan Uang di Bank Rp1,2 Miliar Karena Lupa Isi Pulsa
-
Niat Bikin Konten, Sekelompok Cewek Ini Malah Apes Robohkan Ranjang Kamar
-
Seram! Acara Pesta Pernikahan Ini Undang Tamu Tak Biasa, Warganet: Uji Nyali
-
Suami Curhat Ibu Jauh Lebih Baik dan Pengertian dari Istri: Bini Cuma Paham 'Bang, Mana Duit'
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi