Suara.com - Sebanyak tiga Pos Lintas Batas Negara atau PLBN yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia, sudah dibuka kembali dalam kapasitas terbatas.
Konsul Jenderal RI di Kuching Raden Sigit Witjaksono mengatakan, salah satu tugas utama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) adalah perlindungan warga negara Indonesia/WNI, tapi juga diamanahkan berbagi perbatasan sepanjang lebih dari 2.000 kilometer antara Indonesia dan Malaysia.
"Dan itu menjadi salah satu perhatian utama kami. Apalagi ada tiga Pos Lintas Batas Negara, dua di Entikong dan Aruk yang sudah dibuka April lalu, dan pada Juli kemarin dibuka lagi di Badau," kata Raden Sigit secara daring, Sabtu (30/7/2022).
Awalnya, menurut dia, dua PLBN yakni Aruk dan Entikong yang dibuka untuk lalu lintas orang dan diikuti kendaraan pribadi. "Dan kemarin Alhamdulillah sudah mulai lagi kendaraan umum, bus Damri, walaupun baru sampai ke pintu perbatasan," ujar Sigit.
"Kami harapkan dalam waktu dekat bisa masuk ke dalam Kuching, khususnya Terminal Kuching Central. Dan disiapkan sampai Miri, mudah-mudahan bisa terwujud secepatnya," tambahnya.
Untuk barang-barang dalam kapasitas terbatas, menurut dia, sudah mulai masuk bahkan sejak April, Juni dan Juli. Dan saat ini sudah mulai buka untuk lalu lintas barang dalam kapasitas terbatas sejak satu minggu lalu.
Sedangkan untuk lalu lintas orang, ia mengatakan juga sudah mulai melintas terbatas dari grup-grup kecil baik dari Sarawak maupun dari Kalimantan.
Rombongan Inspektorat Jenderal dari Kementerian Pertanian juga sudah meninjau perbatasan melalui Aruk dan kembali lewat Entikong. Harapannya lalu lintas perdagangan dari dua negara bisa terjadi lagi seperti sebelum pandemi, karena cukup memberi manfaat bagi kedua pihak. (Antara)
Baca Juga: Kasus Harian Covid-19 di Malaysia Melonjak Menjelang Akhir Pekan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK