Suara.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menilai kalau perempuan itu harus bisa memasak meskipun disibukkan dengan pekerjaan. Ia lantas mengungkapkan kalau dirinya juga masih menyempatkan diri untuk memasak meskipun disibukkan dengan tugasnya sebagai presiden dan wakil presiden.
Hal tersebut disampaikan Megawati dalam acara Kickoff Penurunan Stunting yang digelar BKKBN.
"Karena tadi saya lihat MC mengatakan MC enggak bisa masak, saya ketawa, ya, dengan alasan bekerja. Saya pekerja, saya bekerja, tapi mengapa dalam segala hormat, anak-anak saya sehat lahir dan batin sampai tingkat cucu-cucu saya. Apakah kita tidak bisa melakukan hal itu, ibu-ibu? Menurut saya bisa," kata Megawati sebagaimana dikutip melalui YouTube BKKBN Official, Senin (8/8/2022).
Megawati lantas bercerita kalau saat masih menjabat sebagai presiden dan wakil presiden, ia tetap memasak untuk keluarganya. Karena itu Megawati tidak sepakat apabila ada perempuan yang enggan memasak dengan alasan sibuk bekerja.
"Presiden saya waktu itu, wapres, presiden, saya tetap, lo, memasakkan bagi keluarga saya. Jadi adalah sebuah alasan yang tidak wajar menurut saya kalau yang namanya perempuan tidak bisa memasak," ujarnya.
Selain itu, Megawati juga masih ingat akan pesan ibunya, Fatmawati. Menurutnya, Fatmawati berpesan kepada untuk bisa memasak.
"Jadi ketika saya makin dewasa mulai mau masuk universitas itu masih terus, 'Kamu mesti bisa mengulek sambel yang baik', 'Kamu mesti tahu untuk bikin resep yang enak supaya yang namanya Bapakmu itu bisa ikut merasakan makanan yang enak, lodehnya bagaimana yang enak'."
Berita Terkait
-
Singgung Kisah Kopda Muslimin Bunuh Istrinya, Megawati: Saya Jadi Ironis Banget
-
Sudah Kantongi Nama Calon MenPAN RB, Jokowi akan Bahas Dahulu dengan Megawati
-
Rahasia Memasak Nasi Yang Pulen dan Enak, Dijamin Gak Bikin Ribet
-
Tak Lagi Bawa-bawa Nama Soekarno, Kini Beredar Baliho Puan Maharani Dompleng Nama Megawati dan Jokowi
-
Hasto: Calon Menpan RB Dari PDIP Akan Diumumkan Setelah 40 Hari Tjahjo
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka