News / Nasional
Senin, 08 Agustus 2022 | 19:11 WIB
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat berpidato di acara Kick Off Kolaborasi Penurunan Stunting, Jakarta, Senin (8/8/2022). (Tangkap Layar YouTube BKKBN)

Suara.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyinggung kasus Kopda Muslimin yang berusaha membunuh sang istri karena ada wanita idaman lain (WIL). Ia mengaku tidak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan Kopda Muslimin tersebut.

"Kekerasan seksual, anak dimatiin sendiri, perselingkuhan, kemarin itu ada peristiwa apa ya, saya suka nonton TV ya. Suami nembak istrinya. Karena mau lari sama pacarnya," kata Megawati saat berpidato pada acara Kick Off Kolaborasi Penurunan Stunting, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Megawati juga sempat melontarkan kebingungannya melihat keputusan Kopda Muslimin yang malah berencana ingin membunuh istrinya. Menurutnya, jalur penceraian menjadi jalan yang paling masuk akal ketimbang menghilangkan nyawa apalagi istri sendiri.

"Saya jadi ironis buanget. Lha ngopo dicerai saja lak istrine wes ngono, haih. Kadang saya tuh mikir, yang salah tuh bapak-bapak apa ibu-ibu, ya," ucapnya.

Atas kasus tersebut, Megawati lantas meminta kaum perempuan di Indonesia untuk tidak lemah.

"Lha kalau kena KDRT, ya laporlah. Ibu-ibunya punya dong harga diri," tuturnya.

"Kaum perempuan kita ini kalau dibandingkan di masa kita berjuang, itu menurut saya hebat ibu-ibu kita. Apa yang mengakibatkan mereka tidak punya sikap perjuangan kembali."

Diketahui, kepolisian mengungkap kasus penembakan istri anggota TNI di Semarang beberapa waktu lalu. Terungkap bahwa, otak di balik kasus itu adalah suami korban sendiri yakni Kopda Muslimin.

Hal itu terkuak saat salah satu pelaku yang sudah tertangkap yaknsi Agus Santoso alias Gondrong memberikan kesaksiannya.

Baca Juga: Bersiap! Yura Yunita, Jamrud danThe Sigit Akan Meriahkan Fosfen Musik Festival di Bandung

Kepada para pelaku, Kopda Muslimin disebut mengeluhkan merasa terkekang oleh istrinya, hingga meminta bantuan pembunuh bayaran untuk mengeksekusi istrinya.

Agus Santoso menuturkan saat itu Sugiyono alias babi (pelaku lain) mendatanginya di Magetan Jawa Timur.

Babi menyampaikan order Kopda Muslimin yang ingin mencelakakan istrinya.

Kasus penembakan istri Kopda Muslimin terjadi sekitar pukul 12.00 WIB pada 18 Juli 2022 ketika korban pulang bersama anaknya mengendarai motor.

Di depan rumah korban di Jalan Cemara 3, Banyumanik, Kota Semarang, korban ditembak dua kali. Pelaku langsung kabur.

Korban terluka di bagian perut, kemudian dibawa ke rumah sakit. Beruntung, putrinya tidak terluka dan saat ini dalam pendampingan oleh berbagai pihak. Pendampingan dilakukan terhadap tiga anak korban dan juga istri Kopda Muslimin.

Load More