Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan 85 persen rumah di Jakarta sudah tidak lagi dibebankan untuk membayar pajak bumi bangunan (PBB). Keterangan itu disampaikan Anies dalam sambutannya di Jakarta Melayu Festival (JMF) di Ancol.
"85 persen dari rumah di Jakarta tidak perlu bayar PBB," ujar Anies, Rabu (17/8/2022) malam.
Sebab, kata Anies, setiap rumah di Jakarta yang memiliki nilai objek jual pajak (NJOP) di bawah Rp 2 miliar tidak diharuskan untuk membayar PBB.
"Alhamdulillah DKI Jakarta mengadopsi sebuah kebijakan, di mana di Jakarta semua rumah dengan nilai NJOP di bawah Rp 2 miliar maka PBB-nya di 0 kan," jelas Anies.
Namun begitu, sebanyak 15 persen rumah di Ibu Kota masih tetap harus membayar PBB dengan memperhatikan kebutuhan dasar yakni luas tanah dan luas bangunan rumah.
"15 persen masih harus bayar, tapi dengan sebuah ketentuan. Ada kebutuhan dasar hidup manusia yang nggak boleh dipajakin. Tanah ukuran 60 meter persegi itu kebutuhan minimum untuk bisa hidup. Bangunan 36 meter persegi itu nggak perlu dipajaki karena itu hak dasar untuk hidup," papar Anies.
Menurut Anies, impelementasi kebijakan tersebut merupakan pengamalan poin kelima Pancasila yakni keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia di Jakarta.
"Keadilan itu bukan hanya jadi statement. Keadilan sosial itu jadi kenyataan. Karena itu kita di Jakarta mau ubah itu," imbuhnya.
Baca Juga: Anies Menyeka Air Mata Kala Momen Bersama Ibunya Ditampilkan di Jakarta Melayu Festival
Berita Terkait
-
Anies Menyeka Air Mata Kala Momen Bersama Ibunya Ditampilkan di Jakarta Melayu Festival
-
Momen Anies Joget Lagu Kecubung Wulung di Jakarta Melayu Festival
-
Sebut Nilai PBB di DKI Paling Tinggi, Anies : Kami Tak Ingin Warga Jakarta Terusir
-
Ditanya Jabatannya Yang Tinggal 2 Bulan Lagi, Anies Baswedan Jawab Ini
-
Enggan Komentari Pilpres 2024, Anies Baswedan: Konsentrasi Tuntaskan Tanggung Jawab di Jakarta
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
H-1 Lebaran, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup
-
Korlantas Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Kembali Normal
-
Agenda Lebaran Prabowo 2026: Takbiran di Sumut, Salat Id di Aceh
-
Gelar Apel Kelistrikan Nasional, Dirut PLN: 72.053 Personel Siaga Jaga Keandalan Listrik Idulfitri
-
Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan
-
Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti
-
Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026
-
Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS
-
H-1 Lebaran, Pemprov DKI Klaim Harga Pangan Terkendali, Cabai Rawit 'Pedas' Tembus Rp115 Ribu