Suara.com - Data terbaru di Australia menunjukkan hampir separuh migran di bidang teknik masih mencari kerja, padahal lowongan kerja di bidang ini naik 176 perse
Laporan dari pasar ketenagakerjaan Australia, yang merangkum data sampai bulan Juni 2022, menemukan 47 persen migran dengan kemampuan teknik masih belum bekerja.
Sementara lowongan kerja di bidang teknik mencapai angka tertinggi sejak tahun 2012.
CEO lembaga Engineers Australia, Romilly Madew, mengatakan banyak migran yang memiliki keterampilan yang sudah berada di Australia bisa mengisi lowongan kerjaan.
Tapi permasalahannya ada di sejumlah perusahaan.
"Penelitian menunjukkan ada cukup banyak insinyur dari kalangan migran yang sudah ada di Australia dan mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pengalamannya," katanya.
"Penelitian kami menunjukkan perusahaan melihat para migran ini bukan sebagai warga "lokal", baik soal pengalaman, jaringan, standar, referensi dan kualifikasi. Ini jadi masalah utamanya.
"Kalau kita bisa memberdayakan para tenaga kerja yang sudah ada pasti segera akan bisa menyelesaikan kekurangan tenaga kerja."
Latar belakang budaya jadi masalah
Karen Huang mengatakan tidak terkejut kalau warga pendatang di Australia kesulitan mendapatkan pekerjaan di bidang mereka.
Karen pindah ke Australia dari Taiwan di tahun 2012 dengan gelar universitas untuk bekerja di bidangnya.
Sama seperti banyak migran terampil lainnya, dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan di bidang 'hospitality'.
Dia sudah tinggal di kawasan Pilbara, Australia Barat, selama empat tahun.
Kawasan ini dikellingi sektor sumber daya alam dan pertambangan, bahkan Perdana Menteri Anthony Albanese menggambarkan sebagai "pusat pergerakan ekonomi" Australia.
Karen saat ini menjabat Presiden di organisasi Northwest Multicultural Association di Pilbara.
Menurutnya banyak anggota dari organisasinya yang pindah ke Pilbara untuk bekerja di sektor sumber daya, tapi kesulitan mendapatkan pekerjaan meski mereka memiliki kualifikasi.
Berita Terkait
-
7 Destinasi Cantik di Australia Barat untuk Liburan Keluarga, dari Danau Pink hingga Pantai Kanguru
-
Pertama di Dunia, Remaja Australia Ini Meninggal karena Gigitan Kutu
-
Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan
-
Media Tetangga Sampai Heran Ada 3 Pemain Berdarah Australia Bersama Timnas Indonesia
-
Dapat Lampu Hijau dari Pemerintah NSW, Proyek Rp25 T Milik WNI Siap Dibangun
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek