"Jangan gampang kemakan hoax ga berdasar seperti ini yaa guys, untuk warna jika ada perbedaan itu bukan karena Faktor ron / kualitas nya yang berbeda, meanwhile itu karena penambahan zak aditif aja (pewarna tambahan) LOL. Gada ngaruhnya ke kualitas. Kan sebelum dijual diuji di lab dulu. Nanti pas didistribusikn ke SPBU-SPBU itu harus ngelampirin sertifikat mutu dari lab tersebut, jadi ga ada hubungannya," terang warganet.
"Padahal aslinya bbm itu warnanya bening, warna ijo itu cuma pewarna aja buat bedain cmiiw. lo ngeklaim makin boros itu based on apa? ada risetnya kah? gw bukan buzzer pertamina, tapi ya pengen aja gitu orang-orang ga kemakan hoax. gw pake setelah harga naik ngerasa sama aja konsumsinya," jelas yang lainnya.
Hal senada juga pernah dijelaskan oleh Ahli Konservasi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara ITB, Tri Yuswidjajanto. Menurutnya bensin memang diwarnai sebagai pembeda setiap varian.
"Itu diwarnai dengan pewarna namanya Dyes. Kalau itu, fungsinya untuk membedakan, misalnya Pertamax Turbo warna merah, Pertamax biru, Pertalite hijau, Premium kuning," ujar Tri.
Hal ini semata untuk memudahkan petugas yang beroperasi di lapangan, misalnya agar jangan sampai salah memasukkan jenis bensin ke dalam tangki di SPBU. Lalu untuk konsumen juga supaya bisa memastikan operator tidak salah memasukkan BBM yang dibeli.
Meski begitu, ia memastikan zat warna tersebut tidak akan mempengaruhi performa mesin kendaraan maupun kualitas bensinnya. "Intinya pewarna itu tidak akan mempengaruhi ke mesin. Jadi dari kilang sana sudah diwarnai," pungkasnya.
Pertamina Klaim Tidak Ada Penurunan Kualitas BBM
Keluhan warga soal borosnya Pertalite pasca kenaikan harga rupanya juga sudah didengar Pertamina. Lewat Corporate Secretary PT Pertamina, Patra Niaga Irto Ginting, BBM RON 90 alias Pertalite tidak mengalami perubahan spesifikasi.
"Produk BBM Pertamina jenis Pertalite (RON 90) tidak mengalami perubahan spesifikasi," jelasnya. Ia juga memastikan pihaknya telah melakukan kontrol kualitas untuk menjaga mutu produk.
Baca Juga: Apes! Jual HP Lewat Grup Facebook, Nasib Warga Malah Berujung Nyesek Gara-gara Ini
Berita Terkait
-
Apes! Jual HP Lewat Grup Facebook, Nasib Warga Malah Berujung Nyesek Gara-gara Ini
-
Duh! Ambulans Buru-Buru Bawa Pasien Malah Dihalangi Sedan Mewah, Sopir Ciut Waktu Diciduk: Saya Tidak Dengar
-
Terungkap! Ternyata Ini Sosok Rehan yang Viral Sulit Dilupakan Intan
-
Anggota DPRD Depok Tajudin Bak Kena Karma, Terancam Dipecat Golkar Gegara Hukum Sopir Truk
-
Viral! Mobil Mewah Seharga Miliaran Isi BBM Bersubsidi, Warganet: Gaya Elite, Ngisi Bensin Sulit
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja