Suara.com - Kemampuan Herry Imam Pierngadi sebagai pelatih telah berhasil membuat pasangan atlet Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernald Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mencapai prestasi peringkat 1 dan 2 dunia. Mungkin Anda belum mengenal profil Herry Iman Pierngadi, sang pelatih badminton Indonesia ini. Berikut kami rangkumkan profil singkat Herry Iman Pierngadi.
Dicap Sebagai Pelatihi Spesialis Ganda Putra
Sosok pelatih yang mendapatkan julukan sebagai coach Naga Api ini dicap sebagai pelatih spesialis ganda putra. Pasalnya, ia berhasil mencetak atlet-atlet ganda putra kelas dunia antara lain:
- Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernald Gideon
- Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
- Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
- Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri
- Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan
- Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin
Pelatih Badminon Terkaya di Indonesia
Pria kelahiran Pangkal Pinang, Kepualauan Bangka Belitung ini disebut-sebut merupakan pelatih Badminton terkaya di Indonesia. Pria yang lahir pada 21 Agustus 1962 ini memiliki kekayaan sebesesar 1,5 juta dolar. Sumber penghasilan utamanya ialah menjadi pelatih Badminton.
Kehidupan pribadi
Mengenai kehidupan pribadi, Herry IP memastikan kehidupan pribadinya tidak menjadi konsumsi publik dan tetap privat. Oleh karenanya, tidak banyak yang bisa dibahas dari kehidupan pribadi sang pelatih.
Di luar kehidupan pribadi dengan keluarganya, ada kabar miring mengenai hubungan pribadinya dengan Kevin Sanjaya. Baru-baru ini beredar kabar bahwa hubungan sang pelatih dengan atlet retak. Herry tidak dapat mengonfirmasi alasan keretakan tersebut.Ia hanya berujar tidak tahu kenapa Kevin tak mau berlatih denganya.
Berdasarkan informasi yang beredar, saat ini Herry Imam Piengardii masih melatih di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta. Kevin pun masih berlatih di tempat yang sama tapi memisahkan diri dengan skuad gandar putra yang diasuh oleh sang pelatih. Sikap Kevin yang memisahkan diri dari skuad ini baru diketahui oleh Herry melalui asistennya Aryono Miranat usai Indonesia Open 2022 bergulir 14-19 Juni lalu.
Baca Juga: 5 Fakta Polemik Herry IP dan Kevin Sanjaya yang Membuat Gempar Publik
Demikian itu yang dapat diterangkan dari profil Herry Iman Pierngadi. Semoga bermanfaat untuk Anda.
Kontributor : Mutaya Saroh
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah