Tepat pada 10 November 1945 terjadilah pertempuran Surabaya yang sangat dahsyat hingga tiga minggu. Pertempuran berdarah itu menjadi perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Bahkan dijeskan dalam beberapa catatan, jika pertempuran Surabaya ini menjadi satu gencatan terbesar dalam perjalanan sejarah Revolusi Nasional Indonesia. Surabaya yang menjadi kota medan peperangan itu mengalami kerusakan yang cukup besar.
Tidak hanya kerugian dalam bentuk materiil, pertempuran Surabaya juga menelan puluhan ribu nyawa rakyat yang sebagian besar merupakan warga sipil.
Diperkirakan lebih dari 150 ribu jiwa terpaksa harus mengungsi dari koat Surabaya. Termasuk 1.600 pratjurit tentara dilaporkan tewas, hilang dan puluhan alat tempur rusak serta hancur.
Banyaknya nyawa rakyat yang telah gugur dalam perjuangan kemerdekaan Tanah Air itu menjadikan Surabaya dikenang sebagai kota pahlawan.
Pertempuran dahsyat ini juga dianggap berhasil memukul mundur tentara Inggris dan bangsa Indonesia tetap bisa mempertahankan kemerdekaannya. Puncak pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945 itulah yang kemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan.
Penetapan Hari Pahlawan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No. 316 Tahun 1959 yang mengatur tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur yang telah ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Kepres tersebut diterbitkan untuk mengenang jasa para pahlawan dan tragedi berdarah 10 November 1945 di Surabaya.
Berdasarkan catatan sejarah Hari Pahlawan 10 November, terdapat empat Pahlawan Nasional yang memiliki andil besar dalam pertempuran di Surabaya. Diantaranya yaitu:
- KH. Hasyim Asj'ari
- Gubernur Surjo
- Bung Tomo
- Moestopo
Demikian tadi ulasan mengenai sejarah Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November sebagai bentuk mengahargai perjuangan pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semoga bermanfaat!
Baca Juga: Hari Pahlawan 10 November 2022 Apakah Libur Tanggal Merah? Ini Jawabannya
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Hari Pahlawan 10 November 2022 Apakah Libur Tanggal Merah? Ini Jawabannya
-
Hari Pahlawan Tanggal Berapa? Ini Sejarah dan Tradisi Perayaannya
-
Daftar Hari Besar Bulan November 2022, Ada Tanggal Merah Libur Nasional?
-
Kemauan Surya Paloh, NasDem Ingin Deklarasi Koalisi Pilpres pada 10 November, Sekaligus Jadi Kado Ultah
-
Daftar Tanggal Penting Bulan November 2022, dari Hari Pahlawan hingga Hari Pohon Sedunia
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Harga Daging Sapi di Jakarta Tembus Rp150 Ribu, Pemprov DKI Pasang Badan Lewat Pasar Murah
-
Ketua Komisi V DPR: Longsor Cisarua Mengejutkan, Seperti Petir di Siang Bolong
-
Polisi Ciduk Dua Pengguna Ganja Sintetis Bentuk Cair, Belasan Cartridge Liquid Vape Disita Petugas
-
Opsi Keluar Dari Board of Peace dan 5 Saran Dino Patti Djalal ke Pemerintah
-
Perangi Invasi Ikan Sapu-Sapu, Misi Arief Selamatkan Ciliwung dari 'Penjajah Sunyi' Asal Amazon
-
Kemenkes Ingatkan Risiko Jangka Panjang Konsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar
-
Keponakan Prabowo Siap Masuk Kabinet? Ini 3 Pos Menteri yang Paling Mungkin Diisi Budisatrio
-
Satgas PKH Siap Hadapi Gugatan Korporasi Usai Pencabutan Izin Usaha di Sumatera
-
28 Perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Dicabut Izin Usahanya oleh Satgas PKH, Apa Alasannya?
-
Mendagri Fokuskan Pengendalian Komoditas Pangan untuk Jaga Inflasi