Suara.com - Tiga orang turis asal Amerika Serikat meninggal dunia karena keracunan karbon monoksida ketika meningap di salah satu apartemen di Mexico City yang dipesan melalui Airbnb.
Berdasarkan laporan ABC News, Kantor Kejaksaan Agung Mexico City mengonfirmasi bahwa tiga warga AS ditemukan tewas pada 30 Oktober saat mereka berada di salah satu kompleks penginapan di daerah La Rosita yang terletak di ibu kota Meksiko tersebut.
Petugas keamanan di kompleks tersebut dilaporkan mencium bau gas menyengat, dan dugaan penyebab kematian pada awalnya mengarah ke keracunan akibat mneghirup gas. Setelah tes darah dilakukan, Kantor Kejaksaan Agung kemudian mengonfirmasi bahwa ketiganya meninggal akibat keracunan karbon monoksida.
Penyelidik menemukan adanya kerusakan pada boiler atau ketel uap di gedung itu, yang menyebabkan munculnya bau serta bocornya karbon monoksida, yaitu gas yang tidak berwarna dan tidak berbau.
Salah satu korban ditemukan tewas di dalam kamar mandi, dan otoritas meyakini boiler di apartemen menyala ketika korban itu mandi.
Sementara itu, juru bicara Airbnb mengonfirmasi bahwa ketiga warga AS itu menginap di tempat yang terdaftar di platformnya.
"Ini merupakan tragedi yang mengerikan dan pikiran kami ada bersama keluarga dan orang-orang terkasih di saat mereka menghadapi kehilangan besar ini," ujar juru bicara Airbnb dalam sebuah pernyataan kepada ABC News.
"Prioritas kami sekarang adalah memberikan dukungan kepada mereka yang terkena dampak sementara pihak berwenang menyelidiki apa yang terjadi, dan kami siap bekerja sama dalam penyelidikan melalui cara apa pun yang kami bisa."
Kedutaan Besar AS di Meksiko mengatakan mereka "memantau dengan ketat" penyelidikan terkait kematian ketiga warganya.
"Kami siap memberikan seluruh bantuan konsuler yang diperlukan," sebut Kedubes dalam pernyataan awal pekan ini.
Identitas para korban belum diumumkan kepada publik oleh otoritas setempat atau Kedutaan Besar AS.
Sebelumnya, seorang warga AS juga meninggal dunia akibat keracunan karbon monoksida ketika menginap di salah satu lokasi berlibur di Mexico City pada akhir bulan lalu. Dua saudara perempuan dari korban tewas itu juga harus menerima perawatan di rumah sakit karena hal yang sama.
Berita Terkait
-
L'Oreal Digugat ke Pengadilan AS karena Produknya Dituduh Sebabkan Kanker
-
Pernah Bekerja di China, Mantan Pilot AS Ditangkap oleh Polisi Federal Australia
-
Miliarder Airbnb Joe Gebbia Gabung Jadi Dewan Direksi Mobil Listrik Tesla
-
AS Imbau Warganya untuk Tinggalkan Rusia dan Hindari Wajib Militer
-
Yeojin LOONA Pingsan Saat Konser di Mexico City, Ini Penjelasan Agensi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara