Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) buka-bukaan soal cara kerjanya di kabinet Presiden Joko Widodo.
Zulhas yang baru menjabat sebagai Mendag sejak 15 Juni 2022 lalu menyatakan bahwa dia harus bekerja cukup keras usai diutus Jokowi.
"Tidak ada kemuajuan tanpa kerja keras, saya itu belum ada apa-apanya dengan Pak Jokowi, presiden itu kerjanya Masya Allah," ujar Zulhas dalam perbincangannya di Total Politik.
"Orang enggak tahu aka itu, enggak sanggup itu menteri-menterinya pada bengek kalau ngikutin pak Jokowi," imbuhnya.
Menurut Zulhas, dia melihat Jokowi bekerja di berbagai lini secara makro dan mikro dengan detail.
"Waduh beliau sudah itu makro, mikro detail, waduh, saya ini merasa pekerja keras tapi kayaknya baru separuhnya," kata Zulhas.
"Dan memang kata kuncinya tidak ada keberhasilan alamiah," imbuhnya.
Dalam perbincangan itu, Zulhas juga menyebutkan bahwa kemajuan ekonomi di Indonesia tidak datang secara alamiah.
Dia menitiberatkan pada kolaborasi dari berbagai pihak di pemerintah.
Baca Juga: Ngarep Jokowi Nyatakan Dukung Anies Juga, Surya Paloh Bicara Pelajaran Soal Budi Pekerti saat SD
"Kita mengadakan tren ekspo lima hari dapat pesanan 64 triliun ya kolaborasi, duta besar bawa ke luar negeri, bupati membiayai umkm ke jakarta, pengusaha besar bayar mahal yang kecil enggak bayar, kan kerja sama namanya," ungkap Zulhas.
"Dubes jualan, ini marketingnya indonesia sekarang," tambahnya.
Menurutnya resesi yang terjadi belakangan ini berlaku di negara Barat sementara Indonesia mengakali dengan menjajaki pasar negara Timur seperti Asia Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan