Suara.com - Setelah menjabat sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat, Donald Trump telah mengonfirmasi apa yang telah lama diduga oleh banyak orang: dia juga ingin menjadi presiden yang ke-47.
Pada minggu-minggu terakhir menjelang pemilihan paruh waktu 2022, mantan presiden itu memberi para pendukungnya sejumlah petunjuk tentang rencananya untuk dua tahun ke depan.
"'Saya mungkin harus melakukannya lagi," katanya kepada para pendukungnya di Texas.
"[Saya akan] sangat, sangat, sangat mungkin melakukannya lagi," dia mengisyaratkan di Iowa.
"Saya benar-benar ingin melakukannya," katanya di Pennsylvania.
Dia mengatakan kepada pendukung di Ohio untuk menantikan "pengumuman yang sangat penting."
Kemudian pada tanggal 15 November waktu setempat, dikelilingi oleh ratusan pendukung di kediamannya, Mar-A-Lago, di Palm Beach, Florida, datanglah berita itu.
"Untuk membuat Amerika kembali hebat dan jaya, malam ini saya mengumumkan pencalonan saya sebagai presiden Amerika Serikat," katanya.
"Ini bukan kampanye saya, ini akan menjadi kampanye kita, bersama-sama."
Baca Juga: Donald Trump Calonkan Diri Jadi Presiden AS 2024: Amerika Hancur Dipimpin Joe Biden
"Karena satu-satunya kekuatan yang cukup kuat untuk mengalahkan korupsi besar-besaran yang kita hadapi adalah Anda, rakyat Amerika."
Trump ingin menjadi orang kedua dalam sejarah AS yang memenangkan dua masa jabatan non-berturut-turut di Gedung Putih, setelah Grover Cleveland (presiden ke-22 dan ke-24).
Jika berhasil, dia akan kembali ke Oval Office pada tahun 2025 sebagai pria yang berbeda dari politisi pemula seperti lima tahun lalu.
Pada tahun 2016, tawarannya untuk menjadi presiden sempat dipertanyakan oleh beberapa komentator yang melihatnya sebagai aksi publisitas, namun akhirnya mengantarkan Trump ke jabatan tertinggi di negeri itu.
Saat itu ia memasuki Gedung Putih dengan tim transisi yang dikumpulkan dengan tergesa-gesa dan ribuan lowongan kosong untuk diisi.
Tetapi tidak kali ini.
Tag
Berita Terkait
-
Donald Trump Kirim Bantuan ke Venezuela usai Sergap Nicolas Maduro: Amerika Bersama Teman Baru
-
Sempat Disorot, FIFA Pastikan Donald Trump Akan Serahkan Trofi Piala Dunia 2026
-
Donald Trump Bakal Simpan Trofi Piala Dunia, Juara 2026 Cuma Dikasih Replika?
-
Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar