Suara.com - Kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah menurun. Ini tak lain karena sejumlah kasus yang mencoreng citra Polri, mulai dari kasus Ferdy Sambo hingga Teddy Minahasa.
Demi mengembalikan citra polisi, seluruh jajaran Polri pun berbenah. Tak terkecuali Kepolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Johanis Asadoma yang menegaskan bahwa anggota polisi yang berada di wilayahnya bukan polisi pemeras, melainkan pelindung.
Johanis pun mengajak jajarannya untuk mengubah mental pemeras menjadi pelindung dan pengayom masyarakat.
"Ubah mental pemeras menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat," ajaknya saat memberikan arahkan kepada personel Polres Alor di Kabupaten Alor, Senin (28/11/2022).
Komandan berbintang dua ini meminta personelnya untuk peka terhadap adanya perubahan. Anggota polisi juga mendorong mereka untuk melakukan kegiatan baik yang menyentuh masyarakat.
Pria yang biasa disapa Johni ini menegaskan bahwa anggotanya di Polres Alor untuk lebih menekankan restorative justice dalam penyelesaian masalah. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri.
"Sejak saya pertama kali masuk dan memimpin Polda NTT penerapan restorative justice merupakan hal utama yang saya jalankan," tegasnya.
Terkait penyelesaian kasus tindak pidana di wilayah NTT, khususnya di Polres Alor, orang nomor satu di Polda NTT itu memerintahkan personelnya untuk langsung menyelidiki serta langsung diselesaikan.
Hal ini ujar dia untuk mengurangi penumpukan kasus-kasus yang ditangani yang berujung pada lambannya penyelesaian kasus di lingkup Polres Alor itu sendiri.
Baca Juga: Hari Ini Polisi Gelar Perkara Kasus Mahasiswa UI yang Diduga Ditabrak Pensiunan Polisi
"Saat ini institusi Polri wajahnya berdasarkan survei terendah. Karena itu lakukan perbuatan yang baik sehingga kepercayaan masyarakat itu kembali lagi," tambah Johni.
Sementara untuk pengungkapan kasus, Johni juga meminta agar aparat kepolisian tidak melakukan penembakan terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran.
"Kalau ada yang kabur, kejar sampai tangkap, jangan main asal tembak yang bisa berdampak pada masalah baru," pesannya.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan Kapolda NTT untuk menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo.
Di antaranya adalah memperbaiki apa yang menjadi keluhan masyarakat kepada institusi Polri, serta panggilan tugas sekecil apapun sebagai kehormatan dan kebanggaan. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Hari Ini Polisi Gelar Perkara Kasus Mahasiswa UI yang Diduga Ditabrak Pensiunan Polisi
-
Puluhan Kapal Basarnas, Polairud Hingga Nelayan Ramai-ramai Cari Helikopter Polri Yang Jatuh Di Babel
-
Ditangkap! Polisi Todong Senjata Ke Santri, Ditahan di Mapolda Sulsel
-
Satu Jenazah Kru Ditemukan, Helikopter Polri Jatuh di Perairan Belitung Timur Gara-gara Hal Ini
-
Polisi Berhasil Identifikasi Jenazah Korban Gempa Cianjur, Segini Jumlah Terbarunya
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Resmikan Taman Bendera Pusaka, Pramono Anung Janjikan RTH Jakarta Akan Bening Seperti di Korea
-
Anies Baswedan Tulis Surat Menyentuh untuk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
-
Jelang Idulfitri, KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas