Suara.com - Tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat disebut sebenarnya bisa diungkap secara cepat apabila tidak terjadi intervensi terhadap para saksi.
Bahkan, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan disebut cuma membutuhkan waktu dua jam apabila tidak ada intervensi atas penembakan yang terjadi di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo tersebut.
Pernyataan itu disampaikan eks Kanit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Rifaizal Samual saat hadir sebagai saksi dalam persidangan. Awalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya kepada Samual mengapa penyidik tidak mengamankan CCTV di lokasi kejadian.
"Pada saat itu belum karena fokus kami pada saksi. Kalau saja saksi pada saat itu berada di kekuasaan kami Bu, dua jam terungkap Bu," kata Samual di ruang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).
Samual mengatakan, saat itu keterangan para saksi perlahan terungkap kala bertanya kepada Bharada E atau Richard Eliezer. Ada dua pertanyaan berbeda ketika Richard diinterogasi di lokasi kejadian dan di kantor Biro Paminal Divisi Propam Polri -- dan berujung pada dua keterangan berbeda.
Pada 9 Juli 2022, Richars menyampaikan dua keterangan. Pertama, dia menuruni anak tangga sebanyak tiga sampai empat kali lalu melakukan penembakan, itu yang pertama.
Keterangan kedua, Richard melakukan penembakan pada saat Yosua jatuh. Setelahnya, Richard baru melepaskan tembakan.
Bantah Ikut Berskenario
Kesaksian Richard itu disampaikan lantaran Samual dituduh ikut dalam skenario penembakan Yosua. Padahal, Samual ikut menginterogasi Richard beberapa kali guna mencari fakta terkait peristiwa tersebut.
"Jadi kenapa saya menyampaikan seperti ini, karena memang saya dituduh berskenario makanya saya dianggap berskenario karena pada saat itu dan saksi pun sudah terungkap ketika terbukti bahwa saya banyak bertanya kepada Richard, karena ada dua pernyataan yang berbeda pada saat diinterogasi di TKP, saya menginterogasi yang bersangkutan pada saat mereka melaksanakan peragaan di Paminal," jelas Samual.
Berita Terkait
-
Nekat Terobos Ruang Sidang dan Dekati Ferdy Sambo, Wanita Berhijab Minta Maaf: Saya Ngefans Banget!
-
Menahan Tangis, Ferdy Sambo Minta Maaf ke Para Penyidik: Adik-Adik Ini Nggak Salah
-
Ferdy Sambo Ngibrit Tiba-tiba Didekati Perempuan Pakai Kaos Gambar Wajahnya, Warganet: Hebat Ini Orang, Bisa Bikin Sambo Ketakutan
-
Ini Balasan Menohok Gibran Saat Disebut Pernah Ogah Berpolitik hingga Jadi Calon Presiden
-
Jokowi Minta Tinggalkan Barang Impor, Intip Lagi Koleksi Gucci Hingga Dior Kahiyang Ayu Sampai Iriana Jokowi
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika
-
Kasus Andrie Yunus Dinilai Bergantung pada Political Will Prabowo
-
Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus
-
4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia
-
Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi
-
Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai
-
Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,
-
Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?
-
Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye
-
103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya