Suara.com - Salah satu dampak perubahan iklim yang mulai dapat dirasakan adalah meningkatnya suhu di Bumi sehingga menyebabkan timbulnya dampak kesehatan, ketahanan pangan serta kesejahteraan bagi manusia. Berbagai upaya terus didorong untuk memitigasi dampak ini. Bertransformasi ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan menjadi sebuah keharusan untuk diimplementasikan oleh semua pihak, baik dari Pemerintah, sektor usaha dan industri, maupun masyarakat sebagai individu.
Walaupun berbagai komitmen telah disepakati, diantaranya melalui Conference of Parties (COP) 21 di Paris yang berambisi menekan emisi karbon serendah-rendahnya sehingga tingkat pemanasan global tidak lebih dari 1,5 derajat Celcius, namun sejauh ini komitmen yang disepakati oleh COP masih belum dapat mencapai target dan perubahan iklim menjadi isu yang sangat mengkhawatirkan.
Agung Bimo Listyanu, CEO Carbon Ethics dalam sesi diskusi tentang dampak perubahan iklim di ajang IDEAFEST 2022 mengatakan, peningkatan tambahan 0,5 °C ke target pemanasan 2 °C menyebabkan lebih dari 15% area daratan global terpapar tingkat tekanan panas yang mempengaruhi kesehatan manusia. Peningkatan paparan terhadap ancaman kesehatan, kebakaran hutan, tekanan panas tanaman dapat dihindari dengan membatasi pemanasan global hingga 1,5 °C, bukannya 2 °C.
“Fakta yang ada di lapangan tentang mitigasi perubahan iklim saat ini masih jauh dari komitmen yang disepakati. Sebagai contoh, setiap menit kita telah kehilangan area hutan seluas 10 lapangan sepak bola, padahal hutan memegang peranan penting dalam menyerap kembali emisi karbon dari atmosfer. Di tingkat masyarakat keinginan untuk hidup yang serba praktis juga meningkatkan konsumsi energi, penggunaan bahan bakar fosil dan penggunaan kemasan plastik sekali pakai,” ucap Bimo.
Menurutnya, emisi karbon yang dihasilkan dari kehidupan manusia yaitu dari sektor produksi, konsumsi, dan transportasi perlu dikelola dengan usaha kita semua untuk terus menguranginya. “Menjalani gaya hidup ramah lingkungan dapat menjadi langkah konkret untuk menekan jejak karbon yang kita ciptakan karena dapat secara langsung mengurangi konsumsi energi. Kami di Carbon Ethics selalu menempatkan diri sebagai mitra yang tepat bagi sektor bisnis maupun individu yang ingin memberikan kontribusi yang nyata terhadap perubahan iklim dan usaha-usaha mereka untuk melakukan konservasi iklim,” lanjut Bimo.
Danone di Indonesia sebagai bagian dari pelaku usaha dan juga produsen terus berkomitmen untuk memerangi perubahan iklim dengan mengurangi jejak karbon di sepanjang rantai pasoknya serta meminimalisir pelepasan karbon ke udara dengan berbagai upaya kolaboratif demi mencapai ambisi Net Zero yang sudah menjadi komitmen global.
Ratih Anggraeni, Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia menjelaskan, “Danone-AQUA telah menjalankan berbagai inisiatif pengurangan jejak karbon melalui efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, optimalisasi distribusi produk, inovasi kemasan, serta meningkatkan kemampuan tanah untuk menyerap lebih banyak karbon dengan konservasi lahan dan pertanian regeneratif; sehingga dapat menjadi perusahaan dengan Net Zero Emission atau Emisi Nol di seluruh rantai pasoknya pada tahun 2050, sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan membangun bisnis yang berkelanjutan."
Melalui AQUA Life, Danone Indonesia telah meminimalisir emisi karbon di setiap tahap siklus hidup botol kemasan. Mulai dari bahan baku produksi yang menggunakan 100% plastik daur ulang, penggunaan energi terbarukan pada proses produksinya hingga upaya offsetting untuk mengimbangi emisi yang tersisa. "Sebagai pengejawantahan komitmen Danone AQUA untuk mencapai Net Zero, AQUA Life telah menjadi minuman pertama bersertifikasi Carbon Neutral di Indonesia”. Mengacu pada standar internasional PAS 2060 oleh Carbon Trust, sehingga diharapkan tidak berkontribusi pada penambahan gas rumah kaca di atmosfer. Melalui produk ini, kami bersama-sama konsumen dapat ikut serta dalam mitigasi perubahan iklim yang dampaknya kini semakin dirasakan”, ungkap Ratih.
Pada kesempatan yang sama, Dion Wiyoko, seorang Aktor dan peminat gaya hidup ramah lingkungan juga memberikan perspektifnya terhadap dampak perubahan iklim. “Dampak perubahan iklim yang menurut saya paling terasa sekarang adalah cuaca yang semakin tidak menentu, kenaikan suhu udara yang terasa semakin panas, dan dari tahun ke tahun bencana alam seperti banjir makin meluas di berbagai daerah, dan tentu berpengaruh juga ke ketersediaan stok pangan. Hal ini terjadi tentu saja karena jejak karbon yang ditinggalkan oleh manusia semakin tinggi, dan dampak-dampak yang terjadi ini merupakan konsekuensi yang harus kita hadapi. Apabila kita tidak segera mengambil langkah konkret, efek dari perubahan iklim ini akan kita rasakan hari ini bukan esok.”
Baca Juga: Dukung Tujuan SDGs, PGN Hijaukan 2 Stasiun Gas Transmisi Lampung
Dion juga membagikan beberapa tips sederhana untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan seperti mulai mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum, menggunakan kemasan galon guna ulang yang lebih rendah jejak karbon saat di rumah, dan memilah sampah yang dibuang, terutama sampah kemasan plastik yang bisa dibawa ke tempat daur ulang sehingga dapat digunakan kembali. Dion juga mengapresiasi inovasi dan berbagai langkah yang dilakukan oleh beberapa perusahaan maupun brand untuk meminimalkan jejak karbon mereka sebagai suatu langkah maju. Sebagai contoh, hal yang sangat baik telah dilakukan oleh Danone-AQUA, dalam hal ini melakukan inovasi produk dengan memperkenalkan AQUA Life yang telah bersertifikat karbon netral dan dapat menjadi solusi gaya hidup ramah lingkungan.
“Menurut saya, inovasi-inovasi terhadap produk yang mengusung konsep ramah lingkungan sangat relevan dengan pola pikir atau mindset konsumen saat ini, terutama generasi Millenials dan gen-Z yang mulai peduli dan mencari perusahaan, produk, ataupun merek yang ikut terlibat dalam mitigasi perubahan iklim, dengan menghasilkan produk bersertifikasi rendah karbon. Kita semua pun dapat menjadi Net Zero Hero, dengan adanya lebih banyak lagi komunitas, maupun individu yang mempraktekkan gaya hidup ramah lingkungan untuk keberlangsungan kehidupan manusia kini dan di masa mendatang.
Berita Terkait
-
Pohon Cemara dan Lingkungan Alam, Apa Kaitannya ?
-
UNDP Indonesia Rayakan 50 Tahun Konferensi Stockholm Lewat Pameran Komik Terkait Isu Lingkungan
-
Bangunan Zero Carbon, Teknologi Arsitektur yang Solutif Atasi Dampak Perubahan Iklim dan Hemat Operasional
-
Dukung Kebersihan Lingkungan, Kota Ternate Operasikan 50 Unit Kendaraan Angkut Sampah di Tiga Kecamatan
-
Provinsi Jawa Tengah Bercita-cita Gunakan Bus TransJateng Bertenaga Listrik
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!