News / Nasional
Senin, 12 Desember 2022 | 18:33 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi saat mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Majelis hakim murka gegara istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi bak menyerang balik dengan menyebut institusi kepolisian justru menggelar upacara pemakaman untuk Brigadir Yosua Hutabarat yang disebutnya sebagai pelaku pemerkosaan.

Hakim menjelaskan akibat kematian Yosua sebanyak 95 polisi harus menjalani persidangan etik. Menurut hakim, peristiwa itu merupakan kejadian bersejarah bagi Polri.

"Saudara tahu akibat peristiwa di Duren Tiga? 95 orang polisi diajukan kode etik dan ini peristiwa terbesar dalam sejarah kepolisian," kata hakim di ruang persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022).

Hakim menilai pernyataan Putri yang seolah-olah menyerang Polri sangat tidak adil.

"Dari pernyataan Saudara tadi, Saudara menyudutkan kembali dari Mabes Polri sangatlah tidak adil dengan statement Saudara seperti itu," jelas hakim.

Atas hal tersebut, Putri pun menyampaikan permohonan maaf. Dia menyatakan sangat mencintai Polri.

"Mohon maaf, Yang Mulia, saya tidak pernah menyudutkan institusi Polri, di mana suami saya sangat mencintai institusi Polri dan saya tidak pernah bersuara dan menyampaikan apa yang saya rasakan selama ini," sebut Putri.

"Saya hanya diam saja karena saya ikhlas menjalankan semua ini karena saya hanya berserah sama Tuhan," imbuhnya.

Baca Juga: Perselingkuhan dengan Brigadir J Terbongkar, Kebohongan Putri Candrawathi Tak Bisa Ditutupi-tutupi Alat Ini

Putri Sudutkan Polri

Putri sebelumnya mengaku diperkosa hingga dibanting sebanyak tiga kali oleh almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Pengakuan itu sebagai respons atas pertanyaan hakim mengenai pemakaman Yosua yang disertai dengan penghormatan.

Awalnya, hakim ketua Wahyu Iman Santoso bertanya pada Putri soal proses pemakaman terhadap anggota kepolisian. Meski sudah lebih dari 20 tahun mendampingi Ferdy Sambo sebagai anggota Polri, Putri mengaku tidak mengetahui soal teksis proses pemakaman.

"Apakah saudara tahu proses pemakaman bagi seorang anggota kepolisian?" tanya hakim Wahyu di ruang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022).

Load More