Suara.com - Seorang perempuan menjadi korban begal payudara di Jalan Swayada RT 04/RW 02, Cilodong, Kalibaru, Depok, Jawa Barat pada Selasa (13/12/2022) kemarin lusa. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 06.02 WIB itu terekam kamera pengawas CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Pantauan Suara.com pada Kamis (15/12/2022) siang, kondisi di lokasi kejadian memang sepi. Aksi pelecehan seksual itu terjadi di sebuah persimpangan jalan dekat dari tiang listrik. Hanya terlihat beberapa warga saja yang sesekali melintas. Adapun kejadian itu terjadi ketika korban sedang pulang sehabis dari warung gorengan bersama anaknya.
"Kejadiannya pagi pas pulang beli nasi uduk. Posisinya bawa anak," kata tetangga korban yang enggan disebutkan namanya saat dijumpai di lokasi kejadian.
Merujuk pada rekaman CCTV, kata tetangga korban, pelaku sempat berputar-putar menggunakan sepeda motor. Melihat korban yang hendak pulang bersama anaknya, pelaku langsung melancarkan aksinya.
"Nah kalau dari rekaman CCTV, itu pelaku sempat mutar-mutar pakai motor. Nggak lama berselang, dia langsung melancarkan aksinya," beber dia.
Tetangga korban juga menambahkan, aksi begal payudara itu terekam jelas oleh kamera CCTV. Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung kabur dan meningalkan korban.
"Itu di CCTV jelas banget, motor dan pelatnya juga terekam jelas. Setelah beraksi, pelaku langsung kabur," pungkas dia.
Dari informasi yang diterima, korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Depok. Suara.com telah berupaya mengonfirmasi kejadian ini kepada jajaran Polres Metro Depok, namun hingga berita ini ditayangkan, belum respons terkait insiden ini.
Baca Juga: Aksi Bengis Begal Payudara di Cilodong, Peristiwa Terjadi Saat Korban Jalan Kaki Bersama Anaknya
Aksi begal pelaku terekam kamera pengawas atau CCTV hingga videonya viral di media sosial. Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @lensa_berita_jakarta.
"Aksi pelecehan seksual yang menyentuh payudara perempuan yang sedang berjalan," tulisnya.
Dalam video terlihat pelaku mengenakan sepeda motor. Saat beraksi pelaku nampak menutup rapat bagian wajahnya dengan kaca helm.
Awalnya terlihat pelaku melewati korban yang tengah berjalan bersama seorang balita. Tak berselang lama, pelaku memutar arah, meremas bagian payudara korban dan langsung melarikan diri.
"Heh kurang ajar loh!" teriak korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan