News / Nasional
Selasa, 20 Desember 2022 | 12:44 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo, mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (13/12/2022). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta].

"Terus Yosua (jawab) 'Apa? Apa?' kalau nggak salah bahasanya seperti itu, terus Bapak teriak 'Hajar Chad! Hajar Chad!' ditembak langsung Yosua. Setelah ditembak, nggak tahu berapa kali tembakan, Yosua jatuh telungkup," kata Kuat.

Saat itu, gelagat Ferdy Sambo membuat Kuat takut. Sebab, setelah Brigadir J jatuh, ia melihat Sambo langsung menoleh ke belakang dengan tatapan marah sebelum mengambil senjata dari tubuh Yosua. Sambo, lanjutnya, bertanya apakah ada lagi yang mau ditembak.

"Setelah itu Bapak, yang tadi saya bilang, nengok ke belakang gitu kayak... 'Lho, lho, lho, siapa lagi yang mau ditembak?' Saya sempat ketakutan pada waktu itu," ujar Kuat.

Momen Chuck Lihat Yosua Masih Hidup

Pada hari Selasa (12/7/2022) pukul 20.30 WIB, Chuck yang dimarahi Sambo mengontak Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Baiquni Wibowo untuk menyalin dan melihat isi dari DVR CCTV. Hal ini diungkap dalam sidang Rabu (19/10/2022).

Baiquni yang sempat ragu karena perintah itu melawan hukum, menyalin isi rekaman ke sebuah laptop yang dihubungkan dengan kabel HDMI. Adapun datanya kemudian ditunjukkan kepada Chuck pada Rabu (13/7/2022) sekitar pukul 02.00 WIB.

Chuck kemudian melapor ke Arif Rahman yang kebetulan berada di rumah dinas Ferdy Sambo. Mereka bersama Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ridwan Soplanit menonton rekaman CCTV itu.

Chuck menyadari Yosua masih hidup. Baiquni kemudian memutar ulang rekaman tersebut di menit 17.07 sampai 17.11 dan mendapati Yosua berjalan di rumah dinas Sambo. Merasa ketakutan, Arif langsung menelepon Hendra Kurniawan.

Ngamuk Begitu Tahu Richard Dicecar Penyidik

Baca Juga: Dua Ahli Batal Bersaksi di Sidang Kasus Sambo Dkk Hari Ini, Jaksa Hadirkan Saksi Lain, Siapa?

AKP Rifaizal Samual dan jajaran tim penyidik juga sempat diamuk oleh Sambo saat melakukan olah TKP di rumah Duren Tiga. Samual menyampaikannya saat bersaksi dalam sidang Kamis (3/11/2022).

Samual mengaku bahwa dirinya dan tim penyidik dimarahi Sambo karena mencecar Richard. Sambo disebutnya  tidak terima jika mantan ajudannya itu diinterogasi berlebihan demi mengaku telah benar-benar menembak Yosua.

"Kamu bisa gak nanyanya jangan kenceng-kenceng sama Richard, dia sudah bela keluarga saya," ucap Samual menirukan amukan Sambo.

"'Kalau kamu nanyanya begitu, dia baru mengalami peristiwa membuat psikologisnya terganggu. Bisa ya?' Siap bisa jenderal," imbuh Samual.

Ngamuk Jika Mobilnya Berjalan Dekat Motor

Richard Eliezer mengungkapkan karakter Ferdy Sambo yang kerap marah di dalam mobil apabila sedang menempuh perjalanan. Kemarahan itu muncul jika ada sepeda motor yang berdekatan dengan mobilnya.

"Kalau ada pas ada di jalan terus ada motor yang ke arah mendekati mobil biasanya beliau agak marah," ucap Richard di ruang utama PN Jaksel, Rabu (30/11/2022).

Richard kembali menjelaskan bahwa Ferdy Sambo akan marah jika mobilnya terlalu berdekatan dengan motor lantaran takut menabrak. Ia kemudian mengaku pernah dimarahi karena melakukan hal tersebut.

Tampak Kesal dengan Putri

Sebuah potongan video di persidangan yang menampakkan soal gelang, ekspresi Ferdy Sambo menjadi sorotan publik. Unggahan ini diperoleh dari akun TikTok @flamboyan075, yang menyebut Sambo terlihat marah dengan istrinya.

Ferdy Sambo berdiri di depan Putri Candrawathi, berbicara sesuatu kemudian berbalik dengan wajah yang kesal. Dalam video dari unggahan akun TikTok tersebut tertulis "Dia memang marah di sini tapi entah apa".

Adapun momen ini terjadi saat kuasa hukum Richard Eliezer, Ronny Talapessy menunjukkan bukti bahwa gelang seseorang yang memberi uang setelah Yosua tewas mirip seperti milik Putri Candrawathi.

Tampak tidak terima, Putri langsung menyangkal. Ia mengaku bahwa gelang seperti itu sudah lama tak digunakan. Ia menyebut waktu pemakaian terakhirnya sekitar satu tahun yang lalu.

Minta Richard Dipecat

Ferdy Sambo sempat meminta Richard seharusnya dikenakan sanksi Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) dari Polri. Sebab, menurut Sambo, Bharada E merupakan penembak Yosua. Ia merasa tidak adil karena hanya dirinya yang dipecat.

"Bharada E harusnya dipecat," kata Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).

"Karena dia yang nembak, kan? Jangan hanya saya (PTDH)," jelas Sambo.

Rekomendasi video yang bisa Anda saksikan:

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Load More