Suara.com - Sejumlah warga melarang pelaksanaan ibadah Natal di salah satu rumah di Cilebut, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Video tersebut beredar di media sosial.
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin memastikan permasalahan ini telah diselesaikan. Seluruh jemaat juga diklaim dapat melaksanakan ibadah Natal hingga usai dengan mendapat pengawalan dari Polri dan TNI.
"Jemaat bisa melakukan ibadah sampai selesai sudah kami jaga," kata Iman saat dikonfirmasi, Senin (26/12/2022).
Menurut penuturan Iman, peristiwa ini terjadi pada Minggu (25/12/2022) kemarin. Ketika itu warga setempat protes karena pemilik rumah bernama Aritonang mengundang beberapa orang dari luar daerah untuk melaksanakan ibadah di rumahnya.
Padahal, lanjut Iman, Aritonang dan warga setempat telah membuat kesepakatan bahwa pelaksanaan ibadah Natal di rumahnya itu hanya untuk anggota keluarga saja.
"Yang menjadi keberatan warga, karena adanya jemaat dari berbagai daerah dan itu bukan gereja namun rumah tinggal dan tidak memiliki izin rumah ibadah," ungkap Iman.
Iman memastikan situasi dan kondisi di lokasi sejak kemarin hingga kekinian kondusif.
"Dari sejak kemarin juga kondusif, alhamdulillah," pungkasnya.
Baca Juga: Tinjau Pelaksanaan Ibadah Natal di Bogor, Ini Pesan Jokowi
Berita Terkait
-
Soroti Warga Dilarang Ibadah Natal di Bogor, Abu Janda: Di Negara Ini Cuma Orang Islam Yang Boleh Ibadah di Rumah
-
Natal Warga Cianjur Yang Penuh Haru, Gelar Ibadah Di Halaman Gereja
-
Tinjau Pelaksanaan Ibadah Natal di Bogor, Ini Pesan Jokowi
-
Beda Dari 2 Tahun Sebelumnya, Ada Penambahan Kuota Jemaat Di Gereja Katedral Jakarta Saat Ibadah Natal Kali Ini
-
Personel Banser Ikut Jaga Ibadah Natal Di Gereja Katedral Jakarta, Siap Jaga Dari Pagi Sampai Jam 12 Malam
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi