Masjid Al Jabbar dibangun di atas lahan seluas 26 hektare. Pembangunannya memakan waktu 5 tahun hingga diresmikan pada 30 Desember 2022 lalu.
Desain terinspirasi rumus matematika
Ketika merancang Masjid Al Jabbar, Kang Emil menyatakan ia terinspirasi dari rumus matematika, yakni Aljabar. Selain itu, Aljabar juga merupakan nama seorang imuwan yang tersohor di dunia
"Matematika identik dengan Aljabar, ilmuwan matematika terkenal dunia namanya Aljabar, kemudian Aljabar nama asmaul husna yang kita tuliskan di mihrab itu artinya agung. Kebetulan juga Aljabar juga singkatan Jawa Barat. Jadi sudah takdirnya, namanya berjodoh," tuturnya
Desain mewakili semua daerah di Jawa Barat
Lebih lanjut, Kang Emil menyatakan, Masjid Al Jabbar dikonsepkan untuk mewakili 27 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Barat.
Hal itu ditunjukkan dengan dibuatnya masjid tersebut tanpa kolom, agar nampak megah namun menimbulkan kesan ‘kecil’ bagi jemaah yang masuk ke dalam masjid tersebut.
"Masjid Al Jabbar dikonsepkan agar ada pintu atau tempat untuk 27 kota kabupaten (di Jabar). Jadi kalau di zoom (ornamennya) membentuk batik (tiap daerah) yang berbeda, sehingga 27 wilayah ini terwakili ke-Jawa Barat-an-nya," ungkap Emil.
Proyek tersulit Kang Emil
Baca Juga: Baru Diresmikan, Masjid Raya Al Jabbar Malah Jadi 'Waterboom' Dadakan, Kolamnya Dipenuhi Bocil
Sebagai seorang arsitek, Kang Emil telah banyak mendesain beragam bangunan di berbagai lokasi, tak hanya di Indonesia namun juga di mancanegara.
Namun Kang Emil mengakui kalau Masjid Al Jabbar adalah proyek tersulit yang pernah ia tangani. Namun akhirnya ia pus dengan hasil pembangunan masjid tersebut. Ia bahkan mengatakan, hasil pembangunan Masjid Al Jabbar melebihi harapannya.
"Saya juga suka merinding masuk sini karena melihat kemegahan seperti ini. Jadi ini terkompleks, tersulit, terbesar yang Allah takdirkan di saat saya masih hidup dan menjadi pemimpin," tandasnya.
Bisa menampung 33 ribu jemaah
Masjid Al Jabbar dibangun di atas lahan seluas 26 hektare. Dengan lahan seluas itu, masjid tersebut berdiri megah dan bia menampung orang dengan kapasitas yang banyak.
Menurut Sekretaris Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat,Iwan Suwanagiri , Masjid Al Jabbar bisa menampung hingga 33 ribu orang.
Telan biaya hingga Rp1 triliun
Iwan melanjutkan, bahwa biaya pembangunan Masjid Al Jabbar telah menelan biaya hingga Rp1 triliun. Menurut dia, biaya tersebut digelontorkan dalam empat tahap.
Tahap I pada 2017-2018, tahap II pada 2019, tahap III pada 2020 dan sisanya tahap IV hingga 2022 lalu.
Dengan biaya sebesar itu, Masjid Al Jabbar juga memiliki sejumlah fasilitas, diantaranya plaza, selasar, ruang salat mezaninen, ruang salat utama dan ruang terbuka.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Baru Diresmikan, Masjid Raya Al Jabbar Malah Jadi 'Waterboom' Dadakan, Kolamnya Dipenuhi Bocil
-
Baru 3 Hari Diresmikan, Kolam di Masjid Al Jabbar Dipakai Berenang Bocil: Ini Masjid atau Waterboom?
-
Jangan Sampai Menyesal, Baca Ini jika Ingin Berkunjung ke Majid Raya Al Jabbar Bandung
-
Masjid Al Jabbar yang Baru Diresmikan Ramai Dikritik Warganet, Benarkah Masjid Megah Tanda Dekatnya Hari Kiamat?
-
Bukannya Dijaga, Danau di Sekitar Masjid Al Jabbar Malah Jadi Tempat Sampah Pengunjung
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123