Suara.com - Masjid Raya Al Jabbar di Gedebage, Bandung, tengah diminati masyarakat untuk berkunjung setelah diresmikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Jumat (30/12/2022). Sayangnya, masih banyak pengunjung yang mengabaikan sisi kebersihan di lingkungan masjid tersebut.
Seorang warganet merekam situasi Masjid Raya Al Jabbar yang tengah padat dikunjungi pengunjung. Ia fokus pada sampah yang terdapat pada danau di sekitaran masjid.
"Kasihan danau baru sudah disampahin," kata pemilik akun Twitter @rizkianovi dikutip pada Senin (2/1/2022).
Bukan hanya danau yang menjadi tempat pembuangan sampah, ia juga menyebut lantai di halaman masjid kotor bahkan tanaman pun hancur lantaran digunakan untuk yang tidak semestinya.
"Tanaman hancur dipakai nyeberang jalan pintas pemotor," tuturnya.
Penceramah Yusuf Mansur juga tidak ketinggalan ikut memberikan perhatian terhadap perilaku para pengunjung Masjid Raya Al Jabbar. Ia bahkan mengunggah video tersebut melalui akun Instagramnya.
"Asli gemes," tutur Yusuf Mansur.
Masjid Al Jabbar tersebut didesain oleh Ridwan Kamil. Masjid itu dibangun dengan luas area 25.997 hektare dan menampung jemaah hingga mencapai 33.000 orang. Jika dihitung dengan area halaman, masjid yang dibangun dengan biaya Rp1 triliun ini dapat menampung jemaah hingga 60.000 orang.
Arsitektur masjid ini mengusung filosofi Asmaul Husna Al Jabbar dan sekaligus menjadi nama dari masjid ini. Sementara, arti dari Al Jabbar adalah Maha Kuasa.
Baca Juga: Ridwan Kamil Presiden 2024! Seruan Netizen di Unggahan Video Peresmian Masjid Al Jabbar
Berita Terkait
-
Baru Diresmikan Masjid Raya Al Jabbar Sudah Dikotori Banyak Sampah, Yusuf Mansur Gemas
-
Didukung Jadi Presiden, Ridwan Kamil Ditodong Bangunkan Gereja Istimewa di Papua
-
Penuh Haru, Gubernur Jabar Ridwan Kamil Bawa Sang Ibu Melihat Masjid Al Jabbar
-
Kisah Haru Ridwan Kamil Sempat Ngotot ke Ayah Tak Mau Jadi Arsitek, Kini Sukses Desain Masjid Al Jabbar
-
Jokowi dan Kang Emil Adu Main Lato-lato, Warganet: Mahal Tuh Kalau Dijual
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Prabowo Sambangi Yordania, Pesawat Kepresidenan RI Dikawal F-16
-
DPRD DKI: Raperda Sistem Pangan Solusi Food Waste Jakarta
-
Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
-
Lalin Jakarta Pagi Ini: Senayan Lancar, Rindam Padat, Truk Tabrak Separator di Gatot Subroto
-
Massa Robohkan Gerbang Polda DIY! Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan Saat Demo Ricuh
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?