Suara.com - Salah satu tersangka pembunuhan berantai di Bekasi dan Cianjur, Jawa Barat, Wowon Erawan alias Aki (60) disebut memiliki sisi lain yang membuatnya semakin disorot. Ia sebelumnya diketahui telah membunuh 9 orang yang sebagian besar memiliki hubungan kekerabatan dengannya.
Wowon dikabarkan memiliki 6 istri dan tiga di antaranya dibunuh, termasuk anak tiri yang ia nikahi. Istri keempat Wowon bernama Iis Suryati (42) membeberkan perjalanan pernikahannya dengan sang suami.
Iis mengaku bertemu Wowon delapan tahun lalu, di mana saat itu dirinya berstatus janda. Wowon juga sudah kembali menduda setelah menceraikan ketiga istrinya. Keduanya lantas menikah pada tahun 2015.
Selama menjadi istri Wowon, Iis tidak pernah menaruh curiga kepada sang suami. Sebab, keseharian pria itu biasa-biasa saja, tidak ada yang aneh. Adapun kepada Iis, Wowon mengaku bekerja di penggilingan beras.
Pernikahan mereka dikaruniai dua orang anak dan yang paling besar berusia 12 tahun. Iis juga mengaku dirinya sempat menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Tak hanya Iis, Wowon juga pernah menikahi lima wanita lainnya. Mereka adalah Ai Maemunah, Wiwin, Ende, Heni, dan Halimah. Hal ini diungkap oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
Trunoyudo menambahkan, pihaknya masih terus mendalami terkait istri-istri Wowon. Diantaranya, mencari bukti administratif pernikahan Wowon dari Disdukcapil. Mereka akan mencari tahu melalui catatan RW sampai kelurahan setempat.
Lalu, dari enam istri itu, tiga diantaranya tewas dibunuh. Mereka adalah Wiwin, Halimah dan Ai Maemunah. Halimah diketahui sebagai ibu dari Ai Maemunah. Dengan kata lain, Ai Maemunah merupakan istri sekaligus anak tiri Wowon.
Namun, disebutkan bahwa Halimah tewas dibunuh oleh tersangka lainnya, yakni Solihin alias Duloh di Cianjur. Setelah itu, Wowon menikahi anak tirinya, Ai Maemunah yang ia bunuh dengan cara diracun di Bekasi.
Baca Juga: Syok Dapat Kabar Siti Jadi Korban Pembunuhan Berantai Wowon Cs, Keluarga Ungkap Fakta Ini
Sementara untuk Wiwin, wanita itu dibunuh dan dikubur bersama ibunya, Noneng pada tahun 2020.
Pelaku Pembunuhan Berantai Ditangkap
Tersangka kasus pembunuhan berantai atau serial killer, Wowon Erawan alias Aki (60) bersama dua partner in crime-nya Solihin alias Duloh (63) serta M Dede Solehuddin (35), berhasil diringkus di kediaman mereka di Cianjur, Jawa Barat.
Kejahatan mereka terungkap berawal dari penyelidikan kasus keracunan satu keluarga di Bantargebang, Bekasi. Adapun penangkapan dilakukan oleh tim gabungan yang dipimpin Kasubdit Jatanras Indrawiyenni Panjiyoga, Direskrimum Polda Metro Jaya, dan Satreskrim Bekasi Kota, Jumat (20/1/2023).
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut berdasarkan pengakuan tersangka, mereka melakukan aksi penipuan dengan tujuan untuk menguasai harta korban. Mereka juga mengaku memiliki kemampuan untuk menggandakan uang para korban.
Namun, ketika korban mulai menagih janji yang tidak ditepati, para tersangka malah menghabisi nyawa mereka. Wowon dan yang lainnya bahkan tega membunuh siapapun yang mengetahui aksi keji itu, termasuk keluarga sendiri.
Berita Terkait
-
Syok Dapat Kabar Siti Jadi Korban Pembunuhan Berantai Wowon Cs, Keluarga Ungkap Fakta Ini
-
Izin Pergi ke Luar Negeri, Perempuan Asal Bandung Jadi Korban Serial Killer Ki Wowon Cs
-
Keji! Urutan Pembunuhan 9 Korban Serial Killer Wowon Cs di Bekasi-Cianjur
-
Detik-detik Penangkapan Pembunuh Berantai Aki Wowon Cs di Cianjur
-
Cerita Mistis Warga saat Melintas Depan TKP Serial Killer Wowon Cs di Bantargebang
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun