Suara.com - Penyampaian dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan, tanpa dihadiri perwakilan dari NasDem.
Konferensi pers di kawasan Bandara Soekarno-Hatta itu hanya dihadiri perwakilan dari Anies, yakni Sudirman Said. Kemudian perwakilan dari Partai Demokrat, Sekjen Teuku Riefky Harsya dan Koordinator Juru Bicara Herzaky Mahendra Putra.
Sedangkan PKS, ada Wakil Ketua Majelis Syuro Sohibul Iman, Ketua DPP Bidang Polhukam Muzzammil Yusuf, dan Juri Bicara Pipin Sopian serta Muhammad Kholid.
Ketidakhadiran perwakilian NasDem ini menjadi tanda tanya sendiri. Demi menangkal segala spekulasi sebelum berkembang, Sudirman Said meluruskan.
Ia berujar meski tanpa kehadiran perwakilan NasDem, seluruh pergerakan, kegiatan, hingga pada konferensi pers semalam sudah melalui pembicaraan tiga pargai melalui tim kecil. Dengan begitu, posisi NasDem juga mengetahui secara runut dan detail perkembangan penjajakan koalisi yang ada.
"Sehingga seluruh materi dibahas dengan runut, dengan konsisten," kata Sudirman, Senin (30/1/2023).
Rencananya, Ketua DPP NasDem Sugeng Suparwoto dijadwalkan ikut hadir, namun batal lantaran ia masih bertugas melakukan rapat di DPR. Sementara perwakilan NasDem lainnya, Ketua DPP Willy Aditya sedang di Nusa Tenggara Barat.
"Beliau berdua ini yang satu sedang di Lombok, satu lagi Pak Sugeng sedang rapat di Komisi VII. Tidak mengurangi arti dan semua hal. Semua hal kita kemukakan," kata Sudirman.
Sementara itu untuk memastikan dukungan terhadap Anies tetap solid dari NasDem, PKS, dan Demokrat ke depan tentu akan dibuat kesepakatan saat deklarasi.
Baca Juga: NasDem, Demokrat Dan PKS Nyatakan Dukungan, Anies Akhirnya Genggam Tiket Capres 2024!
Kesepakatan itu, dikatakan Sudirman semacam piagam koalisi. Piagam sekaligus berguna untuk mencegah partai-partai di Koalisi Perubahan kelak bermanuver atau merubah arah dukungan.
"Tentu saja akan ada dokumen resmi yang disebut sebagai piagam koalisi, itu materi-matei, poin-poinnya sudah kita bahas, tapi mungkin perlu finalisasi, dan sesudah para pimpinan partai bertemu secara formal kita akan tanda tangani," tutur Sudirman.
Sementara itu, Sekjen Demokrat Teuku Riefky Harsya mengatakan, partainya menghargai betul langkah PKS yang kini telah menggenapkan dukungan untuk pencapresan Anies.
Ia memastikan soliditas partai-partai di Koalisi Perubahan sangat luar biasa. Semua pertanyaan atas terbentuknya koalisi, menurut Riefky juga sudah terjawab dengan lengkapnya dukungan dari NasDem, Demokrat, serta PKS untuk Anies.
"Tinggal kembali semua itu nanti akan diformalitas oleh tiga ketua umum untuk mendatangai keputusan bersama, meresmikan Bapak Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden yang diusung oleh tiga partai, sudah yang kalau dikumulatif presidential threshold melebihi 20 persen atau sekitar 28 persen," papar Riefky.
Sementara Willy Aditya mengatakan, NasDem bersyukur dan mengapresiasi PKS yang memantapkan diri memberikan kepastian mendukung Anies.
Berita Terkait
-
NasDem, Demokrat Dan PKS Nyatakan Dukungan, Anies Akhirnya Genggam Tiket Capres 2024!
-
Anies Baswedan Safari Politik ke Lombok, NTB, Disambut Tokoh Agama Islam Paling Berpengaruh di Bumi Gora, Ini Sosoknya
-
PKS Akan Serahkan Penentuan Bacapres ke Tangan Anies Baswedan, Tidak Harus Kader Partai
-
Lewat Pemilu Fair Laju Anies Baswedan Sulit Ditahan, Banyak Gerakan Gagalkan Pencapresannya
-
Tak Harus Kader PKS, Sohibul Iman Beberkan Kriteria Cawapres Pendamping Anies Baswedan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar