- Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 H atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah RI.
- Momen kemenangan ini harus dijadikan sarana memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan dihadapi.
- Beliau mengajak masyarakat saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan gotong royong membangun Indonesia sejahtera.
Suara.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus mengajak menjadikan momen kemenangan sebagai sarana memperkuat persatuan bangsa.
Dalam pesannya, Prabowo mengawali dengan ungkapan syukur karena umat Muslim kembali dipertemukan dengan Idul Fitri. Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah Republik Indonesia.
"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan sebagai satu bangsa di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi," ujar Prabowo melalui unggahan YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden mengajak masyarakat memanfaatkan Idul Fitri sebagai momentum untuk saling memaafkan serta mempererat hubungan sosial. Menurutnya, kebersamaan dan persatuan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong sebagai bagian dari identitas bangsa.
"Marilah kita terus perkuat kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia. Mari kita bekerja lebih keras, saling membantu dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, lebih kuat," kata Prabowo.
Di akhir pesannya, Prabowo berharap seluruh amal ibadah selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT serta bangsa Indonesia senantiasa diberikan rahmat dan keberkahan.
(Antara)
Baca Juga: Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol
Berita Terkait
-
Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol
-
Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia
-
Potret Hangat Lebaran Presiden Prabowo: Makan Bareng Titiek Soeharto, Didit, dan Bobby Kertanegara
-
FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden