Suara.com - Gubernur Papua Lukas Enembe tengah menjalani proses penahanan terkait dengan kasus korupsi pembangunan infrastruktur provinsi Papua.
Kala ditahan di rutan, Lukas yang kerap terbiasa hidup penuh kemewahan tersebut mengeluhkan fasilitas yang tersedia. Lukas berkeluh kesah bahwa kasur di rutan sangat tipis sehingga membuat dirinya tak nyaman.
Lukas melalui kuasa hukumnya mengklaim bahwa dirinya hanya tidur di atas batu dengan alas kasur tipis.
"Di penjara juga Pak Lukas juga tidur di batu dengan beralaskan kasur yang tipis dan itu yang disampaikannya ke tim hukum," sebut pengacara Lukas, Roy Rening di Jayapura, Rabu (1/2/2023).
Roy lebih lanjut menginginkan agar kliennya yang mengidap berbagai penyakit tersebut diberikan pelayanan yang prima, termasuk soal kasur yang lebih kondusif.
"Ini juga yang kami minta ke KPK agar Lukas Enembe mendapat pelayanan yang baik terhadap kondisi tempat tidur beliau," lanjut Roy.
Apakah narapidana boleh merenovasi selnya?
Keluhan ini mengingatkan pada sel-sel penjara narapidana koruptor saat disidak Najwa Shihab. Setyo Novanto dan kawan-kawannya di lapas ternyata memiliki ruangan luas dengan fasilitas hotel. Lantas apakah ini yang diinginkan Lukas Enembe?
Adapun terkait dengan permintaan Lukas Enembe tersebut telah direspon oleh Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri bahwa seorang narapidana tidak boleh seenaknya sendiri mengubahsuaikan ruang selnya dengan berbagai fasilitas tambahan.
Baca Juga: Dugaan Korupsi di Kemenhan, KPK Periksa Pensiunan Terkait Pengadaan Kapal TNI
Adapun hal tersebut tertuang dalam Permenkumham Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Permasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara.
Ali menyebutkan bahwa narapidana korupsi dilarang keras membawa fasilitas tambahan seperti pendingin ruangan.
"Dalam Pasal 4 huruf (i) juga disebutkan bahwa setiap narapidana atau tahanan dilarang melengkapi kamar hunian dengan alat pendingin, kipas angin, televisi, dan/atau alat elektronik lainnya," ungkap Ali saat ditemui awak media, Rabu (1/2/2023).
Mengutip laman Hukum Online, ada beberapa ganjaran yang diberikan jika narapidana tak mengindahkan aturan tersebut. Berikut adalah hukumannya:
Hukuman bagi narapidana yang melanggar larangan tersebut adalah dijatuhi Hukuman disiplin tingkat berat yang meliputi:
- Dikurung dalam sel pengasingan selama 6 (enam) hari dan dapat diperpanjang selama 2 (dua) kali 6 (enam) hari; dan
- Tidak mendapatkan hak remisi, cuti mengunjungi keluarga, cuti bersyarat, asimilasi, cuti menjelang bebas, dan pembebasan bersyarat dalam tahun berjalan dan dicatat dalam register F.
Ali tegaskan Lukas dapat perlakuan manusiawi
Berita Terkait
-
Disebut Silap soal Tuntutan dan Replik, LPSK Bela Bharada E: Jaksa Minim Pustaka Pahami Justice Collaborator
-
Usai Viral Gunakan Blankar di Persidangan, Terdakwa Penggelapan Iwan Santoso Akhirnya Divonis 3 Tahun Penjara
-
Tagih Janji ke Ketua KPK RI, Lukas Enembe Kirimkan Surat : Kok Bisa ?
-
Dugaan Korupsi di Kemenhan, KPK Periksa Pensiunan Terkait Pengadaan Kapal TNI
-
FAKTA! Mau Tahu Tarif Open BO di Penjara, Dibongkar Tio Pakusadewo, PSK Nyamar Jadi Perawat
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!