Suara.com - Ijazah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ramai dipertanyakan. Kali ini oleh pengguna akun media sosial Twitter yang menganggap ijazah putra sulung Presiden Jokowi itu sewaktu kuliah adalah palsu.
Ketika ditemui wartawan untuk komentar soal ijazah dirinya yang dianggap palsu, Gibran justru minta mempertanyakan langsung ke pihak kampusnya di Singapura.
Seperti apa rekam jejak akademis Gibran hingga ijazahnya dipertanyakan berikut ini.
Rekam Jejak Akademis Gibran
Gibran Rakabuming Raka lahir di Solo, 1 Oktober 1987 yang berarti kini berusia 35 tahun. Untuk pendidikan, kakak Kaesang Pangarep ini pernah mengenyam pendidikan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2002 di Orchid Park Secondary School, Singapura. Pada tahun 2007, Gibran lulus dari Management Development Institute of Singapore (MDIS).
Selanjutnya Gibran melanjutkan studi ke program Insearch di University of Technology Sydney (UTS Insearch), Sydney, Australia. Ia lulus pada tahun 2010.
Setelah lulus, Gibran tidak bekerja di bidang teknologi sesuai jurusannya saat kuliah. Pasalnya di tahun 2010, Gibran mendirikan usaha katering yang diberi nama Chilli Pari. Usaha tersebut mengantarkan Gibran menduduki jabatan sebagai ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI) Kota Solo.
Ijazah Kembali Dipertanyakan
Akun @BijiPot menganggap ijazah Gibran sewaktu kuliah palsu. Ia juga menyinggung kasus ijazah palsu yang hingga kini masih terjadi.
Baca Juga: Resmi Tunda Kenaikan Tarif PBB Kota Solo 2023, Gibran: Wes Penak To?
"Jadi apakah si @gibran_tweet ..orang kuliah an...klu kuliah an..tanya brp thn...klu jawaban plintat plintut...jgn2 sama kayak bapak nya ...ijazah palsu..dan skrng kasus ijazah plasu masih berlangsung...si ondel2..bukan apa2 klu bapak nya bukan presiden," tulis pemilik akun itu pada Kamis (4/2/2023).
Gibran membalas komentar tersebut keesokan harinya pada Jumat (5/2/2023). "Salah saya apa ya Pak?" tanya Gibran lewat akun @gibran_tweet.
Ketika dicecar wartawan soal anggapan punya ijazah palsu, Gibran memberikan respon santai. Ia justru minta tanyakan langsung pada pihak kampus yang mengeluarkan ijazahnya.
"Ya takono kampusku kono neng Singapura (tanya kampusku di Singapura). Ki Gibran lulus tenan opo ora, fotone asli pora, wisudane kapan (Gibran lulus benar apa tidak, fotonya asli tidak, wisudanya kapan)," kata Gibran pada wartawan di Balai Kota Solo, Jawa Tengah pada Senin (6/2/2023).
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Resmi Tunda Kenaikan Tarif PBB Kota Solo 2023, Gibran: Wes Penak To?
-
Masuk Bursa Calon Gubernur DKI dari Fraksi PDIP DPRD Jakarta, Gibran: Saya Komunikasikan Dulu
-
Anggaran Siap, Gibran Pastikan Revitalisasi Keraton Kasunanan Dikerjakan Tahun Ini
-
Warganet Ringankan Pekerjaan Pak Jokowi untuk Bantu Ingatkan Mantunya Selvi Ananda, Ganti Tas Hermesnya Sama Produk Lokal
-
Temui Wali Kota Surakarta, Politisi PSI Raja Juli Antoni: Gibran Effect Bikin Solo Tambah Keren
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan