Suara.com - Beredar video dengan narasi yang mengklaim pemulangan jenazah terpidana pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo usai dieksekusi mati.
Video dengan narasi tersebut diunggah oleh kanal Youtube dengan nama Daftar Viral pada 17 Maret 2023 lalu.
Kanal Youtube Daftar Viral mengunggah video dengan thumbnail yang memperlihatkan gambar orang mengangkat peti yang dinarasikan seolah-olah jenazah Ferdy Sambo dipulangkan ke Jakarta dan menampilkan gambar Putri Candrawathi yang tampak menangis.
Adapun narasi yang dibagikan pada thumbnail sebagai berikut.
"TEPAT HARI INI ! PEMULANGAN JENAZAH FS KE JAKARTA. JENAZAH SAMBO TIBA DI BANDARA SOEKARNO- HATTA USAI DIEKS3KUSI"
Berikut narasi dalam unggahan.
"Pecah Tangis Keluarga dan Ibu PC saat Jenazah Sambo Dipulangkan ke Jakarta Usai Jalan Eks3kusi M4ti"
Lantas, benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, narasi yang mengklaim jenazah Ferdy Sambo dipulangkan ke Jakarta usai dieksekusi itu tidak benar.
Faktanya, video itu sama sekali tidak membahas pemulangan jenazah Ferdy Sambo. Narator hanya menyampaikan informasi mengenai dakwaan Ferdy Sambo dari hasil persidangan yang digelar 13 Februari 2023 lalu. Dalam sidang itu, Ferdy Sambo divonis hukuman mati.
Video juga menyampaikan informasi lokasi yang biasa digunakan untuk pelaksanaan hukuman mati, yaitu di Nusakambangan. Namun, tidak ada informasi yang mengatakan bahwa Ferdy Sambo sudah dieksekusi mati.
Hingga kini, vonis mati untuk Ferdy Sambo masih belum final atau inkrah. Pihak eks Kadiv Propam Polri itu masih mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Selain itu, thumbnail video tersebut juga merupakan hasil editan. Foto sekelompok orang yang mengangkat peti jenazah itu identik dengan foto pada artikel Harapan Rakyat yang dipublikasikan pada 12 Juni 2022 berjudul "Hujan Deras Iringi Jenazah Eril saat Tiba di Indonesia".
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, maka narasi yang mengklaim jenazah Ferdy Sambo dipulangkan usai dieksekusi adalah hoaks.
Narasi tersebut masuk dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Innalillahi, Pecah Tangis Lesti Kejora Tak Terbendung, Rizky Billar Meninggal Usai Kecelakaan Tunggal
-
CEK FAKTA: Luna Maya Video Call dengan Ariel Noah, Benarkah?
-
Innalillahi! Keluar dari Ikatan Cinta, Amanda Manopo Alami Kecelakaan Maut?
-
CEK FAKTA: Klarifikasi Arya Saloka soal Ingin Poligami Amanda Manopo, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Ferry Irawan Serahkan Bukti Perlakuan Kasar Venna Melinda
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Gempa Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak
-
Sempat Gelap Gulita Pasca Gempa, 98,3% Jaringan Listrik di NTT
-
Ulasan The Husband: Saat Retaknya Pernikahan Berujung Kriminal
-
Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Timur, BKSDA Ungkap Dugaan Penyebabnya
-
Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan
-
Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun
-
Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
-
Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran
-
Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun