Suara.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dikenal aktif bermain media sosial, termasuk membalas cuitan-cuitan warganet. Bahkan putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini tak jarang membalas cuitan negatif hingga nyeleneh dari mereka.
Terbaru, Gibran tampak menanggapi cuitan seorang pengguna Twitter dengan nama akun @/PabloSainter. Akun ini melaporkan ulah pendukung Anies Baswedan kepada sosok yang akrap disapa Mas Wali tersebut.
Menurut warganet ini, akun-akun yang sering memberikan komentar kebencian di akun Twitter Gibran adalah pendukung Anies Baswedan. Ia juga menilai bahwa akun-akun pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak pernah mau tenang dan kerap membuat kegaduhan.
"Setelah dicek akunnya (sosok yang menyinyiri Gibran) pendukung Anies Baswedan," lapor warganet ini sambil menandai akun Twitter Gibran.
"Kenapa ya rata-rata yang komen hate di akun mas Gibran pasti selalu dari pihak pendukung pak yohanis ya. Kayaknya hidup mereka gak mau adem deh," sambungnya.
Laporan dari warganet ini rupanya mendapatkan perhatian dari Gibran. Wali Kota yang merupakan kader PDIP ini pun langsung memberikan balasan singkat yang membuat 'adem"
"Gak papa pak. Sabar aja," jawab Gibran dalam akun Twitter @gibran_tweet, seperti dikutip Suara.com, Jumat (24/3/2023).
Jawaban Gibran itu pun mendapat banyak dukungan oleh warganet di kolom komentar. Mereka turut meminta kepada Mas Wali untuk tidak meladeni komentar-komentar kebencian.
"Karena mereka iri atas prestasi mas Gibran yang ngak ada kontroversi dan tentu saja nggak kelebihan bayar," komentar warganet.
Baca Juga: CEK FAKTA: Mahfud MD Tetapkan Anies Sebagai Tersangka Korupsi Formula E, Benarkah?
"Karena kalau gagal jadi capres yah mau jadi cagub lagi lawannya kemungkinan mas Gibran. Jadi harus didesak dari sekarang. Sabar toh mas," pesan warganet.
"Jangan mau kepancing mas bro," tambah yang lain.
"Bersabarlah; dunia politik butuh beberapa abad dan itupun hasilnya kompromi," pesan warganet lainnya.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Mahfud MD Tetapkan Anies Sebagai Tersangka Korupsi Formula E, Benarkah?
-
Gibran Spill Lokasi Berburu Takjil, Ratusan Warga Solo Antri Bubur Samin Khas Banjar di Masjid Darussalam
-
NasDem, PKS dan Demokrat Telah Teken MoU, Relawan Anies Merasa Lega
-
Kampanyekan Anies ke Tingkat Bawah, Relawan Safari Politik di Kampung-kampung Kota Bandung
-
Tidak Ada Polarisasi, Pendukung Anies, Ganjar dan Prabowo Sama-sama Pro Negara untuk Urusan Ekonomi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia
-
BEM se-DIY Gelar Aksi Damai di Malioboro, 400 Personel Polisi Siaga Humanis
-
DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan
-
Desakan Tarik Brimob dari Pengamanan Sipil Menguat, Polri: Ini Ulah Individu, Bukan Struktural