Suara.com - Nama Arteria Dahlan belakangan ini ramai mendapat sorotan. Ini setelah Anggota Komisi III DPR RI itu terlibat debat sengit dengan Menko Polhukam Mahfud MD di rapat dengar pendapat pada Rabu (29/3/2023).
Kini, segala hal yang berkaitan dengannya ikut dikulik, termasuk harta kekayaan. Usut punya usut, anggota dewan dari Fraksi PDIP itu ternyata sudah tidak melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya selama tiga tahun.
Arteria terakhir melaporkan LHKPN ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2019 silam. Dalam laporannya itu, terungkap jika Arteria Dahlan ternyata memiliki utang miliaran.
Berikut ini rincian harta kekayaan Arteria Dahlan berdasarkan LHKPN yang disetornya pada 30 April 2020 periodik 2019.
Tanah dan bangunan
Arteria Dahlan memiliki harta berupa tanah dan bangunan dengan nilai Rp 21.000.000.000 (Rp 21 miliar). Rincian aset tanah dan rumahnya berada di tiga wilayah, yakni:
- Tanah dan bangunan seluas 847 m2/600 m2 yang terletak di Kota Bogor. Aset ini merupakan hasil sendiri dengan nilai Rp6.500.000.000 (Rp 6 miliar).
- Tanah dan bangunan seuas 410 m2/600 m2 yang terletak di Kota Jakarta Selatan. Aset ini merupakan hasil sendiri dengan nilai Rp12.000.000.000 (Rp 12 miliar).
- Tanah dan bangunan seluas 1280 m2/270 m2 yang terletak di Kota Tulungagung. Aset ini merupakan hasil sendiri dengan nilai Rp2.500.000.000 (Rp 2,5 miliar).
Alat transportasi dan mesin
Arteria Dahlan juga melaporkan harta kekayaannya berupa alat transportasi dan mesin dengan nilai total Rp1.082.000.000 (Rp 1 miliar). Rincian harta kekayaan berupa alat transportasi dan mesin miliknya sebagai berikut:
- Mobil merek Nissan X-TRAIL keluaran tahun 2008, di mana aset ini merupakan hasil sendiri senilai Rp 150 juta
- Mobil merek Mercedes Benz keluaran tahun 2010, di mana aset ini merupakan hasil sendiri senilai Rp 310 juta
- Mobil merek Honda CRV keluaran tahun 2007, di mana aset ini merupakan hasil sendiri senilai Rp 173 juta
- Mobil merek Nissan Serena keluaran tahun 2010, di mana aset ini merupakan hasil sendiri senilai Rp 152,2 juta
- Mobil merek Honda Accord keluaran tahun 2008 dari hasil sendiri senilai Rp 225 juta
- Motor merek Honda keluaran tahun 2011, di mana aset ini merupakan hasil sendiri senilai Rp 5,5 juta
- Motor merek Yamaha keluaran tahun 2007, di mana aset ini merupakan hasil sendiri senilai Rp 4 juta
- Motor merek Honda keluaran tahun 2006, di mana aset ini merupakan hasil sendiri senilai Rp 3 juta
- Motor merek Yamaha XMAX keluaran tahun 2019, di mana aset ini merupakan hasil sendiri senilai Rp 59 juta
Harta bergerak lainnya
Baca Juga: KPK Bakal Selidiki Lebih Lanjut Terkait Harta Berlimpah Kepala Bea Cukai Jogja dan Makassar
Ada pula harta kekayaan Arteria Dahlan berupa harta bergerak lainnya tercatat di LHKPN memiliki nilai total Rp 685 juta.
Kas dan setara Kas
Harta kekayaan Arteria Dahlan berupa kas dan setara kas memiliki nilai fantastis. Besaran nilainya yakni Rp1.015.194.425 (Rp1 miliar).
Arteria Dahlan juga mencatatkan utang sebesar Rp4.546.352.764 (Rp 4,5 miliar). Artinya, total harta kekayaan Arteria Dahlan adalah Rp19.235.841.661 atau Rp 19,23 miliar.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
KPK Bakal Selidiki Lebih Lanjut Terkait Harta Berlimpah Kepala Bea Cukai Jogja dan Makassar
-
Waduh! KPK Temukan Kejanggalan di LHKPN 3 Pejabat Ini, Ada yang dari Bea Cukai
-
Arteria Dahlan Desak Bareskrim Polri Ciduk Akun Medsos yang Kritik DPR RI, Netizen: Norak! Dikritik Kinerjanya malah Main Lapor
-
Jadi Sorotan! Arteria Dahlan Minta Kabareskrim Buru Warganet yang Tuduh DPR Ini
-
Curhatan Rafael Alun Tak Punya Uang Lagi Hingga Makan Dibantu Tetangga Panen Sindiran: Omong Kosong
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan