Suara.com - Pembunuhan berantai dengan modus penggandaan uang yang dilakukan Slamet Tohari (45) atau Mbah Slamet menimbulkan belasan korban meninggal dunia. Slamet Tohari yang merupakan warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara itu telah melakukan aksinya sejak 2020.
Korban Slamet Tohari yang berjumlah 11 orang itu ditemukan pihak kepolisian di kebun milik tersangka. Beberapa mayat pun dikubur dalam satu lubang.
Dalam melakukan aksinya, Slamet Tohari tidak sendirian. Asisten Slamet Tohari berinisial BS juga telah ditangkap oleh polisi. Berkaitan dengan itu, berikut peran asisten dukun Slamet di kasus pembunuhan berantai.
Asisten Mbah Slamet yang berinisial BS itu berperan mengoperasikan media sosial. BS mengunggah dan menyebarkan informasi atau iklan di Facebook terkait sosok Mbah Slamet.
Dalam unggahannya, BS mempublikasikan bahwa Mbah Slamet sebagai sosok orang pintar. BS juga mengunggah informasi praktik perdukunan berupa penggandaan uang.
Masyarakat yang mengetahui unggahan tersebut pun tertarik dan mendatangi Mbah Slamet. Salah satu korbannya yang membuat kasus ini terungkap, yakni PO yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat.
Korban PO dan sang anak yang berinisial G (14) pergi ke Banjarnegara naik bus. Kemudian, korban dan G dijemput ke rumah pelaku.
Ada ruangan khusus untuk melaksanakan ritual penggandaan uang di rumah pelaku. Korban yang percaya pun memberikan uang senilai Rp70 juta untuk dilipatgandakan.
Setelah berselang beberapa waktu, tepatnya pada 20 Maret 2023 korban mendatangi rumah Slamet kembali dengan mobil pribadi. Tujuannya untuk menagih hasil penggandaan uang yang telah dijanjikan Slamet sebesar Rp5 miliar.
Baca Juga: Orang yang Masih Percaya Penggandaan Uang Disebut Ada Hindsight Bias, Apa Artinya?
"Selanjutnya pada tanggal 20 Maret 2023, PO kembali berangkat ke Banjarnegara seorang diri untuk bertemu Mbah Slamet dengan menggunakan kendaraan Wuling warna hitam," kata Kepala Polres Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Yulianto.
Sayangnya, tiga hari kemudian, korban memberi tahu lokasi dirinya melalui WhatsApp. Isi pesan yang disampaikan ke sang anak yang berinisial S itu adalah korban takut dirinya meninggal dunia. Korban berpesan jika ia meninggal dunia maka sang anak harus datang bersama aparat.
"Nah pada tanggal 23 Maret, korban sempat komunikasi dengan anaknya. Menyampaikan kalau korban sedang di rumah pelaku. Dan pada esok harinya, korban sudah tidak bisa dihubungi," ujar Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto saat pers release di Mapolres Banjarnegara, Senin (3/4/2023).
Setelah mengirim pesan itu, Slamet tidak dapat dihubungi. Kemudian, sang anak yang berinisial G pun melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Tak Teridentifikasi, 9 Jenazah Korban Kekejaman Dukun Slamet di Banjarnegara Dimakamkan Massal
-
Awal Mula Serial Killer Mbah Slamet Terbongkar, Dukun Pengganda Uang Asal Banjarnegara
-
Mulai dari Siklus Aksi, Ini 5 Kemiripan Kasus Serial Killer Wowon Cs dan Mbah Slamet
-
Warga Sukabumi Jadi Korban Serial Killer Mbah Slamet
-
Merinding, 3 Kasus Serial Killer di Indonesia Libatkan Dukun, Terbaru Mbah Slamet
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas