Suara.com - Mbah Slamet atau Slamet Tohari (45) menjadi tersangka kasus pembunuhan dengan motif perdukunan penggandaan uang. Aksinya itu sudah dilakukan sejak 2020.
Aksi Mbah Slamet yang berasal dari Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara itu disebut mirip dengan Wowon Cs. Kemiripan keduanya yakni dengan modus penggandaan uang, kepercayaan masyarakat atas hal mistis, dan target atau sasarannya adalah masyarakat dengan krisis ekonomi.
Anggota Pusat Kajian Assessment Pemasyarakatan Poltekip kemenkumham Reza Indragiri Amriel menanggapi kasus pembunuhan berantai Mbah Slamet.
Reza menilai masih banyak orang yang percaya dengan perdukunan khususnya terkait penggandaan uang karena ada hindsight bias.
Melansir dari britannica, hindsight bias adalah kecenderungan untuk melebih-lebihkan kemampuan seseorang untuk meramalkan hasil. Hindsight bias ini juga dikenal sebagai “fenomena yang diketahui selama ini” dan kerap disebut confirmation bias.
Hindsight bias pada umumnya disajikan dengan dua prediksi yang berlawanan. Kebanyakan orang percaya dan membenarkan kemungkinan kedua hasil tersebut.
Jawaban dari pertanyaan yang muncul pada umumnya dapat dijelaskan mengapa hasil tersebut mungkin terjadi. Bahkan kerap dikaitkan dengan kebijaksanaan konvensional.
Hindsight bias yang juga dikenal dengan keyakinan retroaktif ini karena pengertiannya dalam bahasa Indonesia yakni bias melihat kebelakang. Masyarakat yang meyakini ini percaya bahwa hasilnya sudah jelas sejak awal.
Fenomena hindsight bias dikenal dan dipelajari pada 1970-an oleh para psikolog yang menyelidiki adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan manusia.
Baca Juga: Awal Mula Serial Killer Mbah Slamet Terbongkar, Dukun Pengganda Uang Asal Banjarnegara
Penelitian pada saat itu terkait prediksi pemilihan politik dan terkadang mereka melebih-lebihkan keakuratan prediksi mereka. Fenomena ini cenderung sulit dihindari dan dapat terjadi pada individu segala usia, jenis kelamin, budaya, maupun beragam situasi lainnya.
Oleh sebab itu, ada contoh lain yakni ketika seseorang mengambil keputusan dan menunjukkan keberpihakan maka ia akan meyakini hal tersebut. Kemudian ketika hasilnya positif maka ia akan mengatakan, “saya yakin saya akan berhasil”. Namun ketika hasilnya negatif maka ia akan mengatakan, “ide saya sehrusnya berhasil”.
Hindsight bias dapat disebabkan karena ingatan yang salah di masa lalu seperti kesalahan dalam mengingat prediksi awalnya. Faktor lainnya yakni seseorang hanya terpaku pada hasil akhirnya.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan hindisght bias adalah kecenderungan seseorang melihat fenomena seperti dapat diperdiksinya. Seseorang tersebut merasa mampu memprediksi hasil kejadian meski belum terjadi. Hal ini terjadi setelah mempelajari hasil dari suatu masalah, baik dari pengalamannya maupun pola kejadian pada umumnya.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Awal Mula Serial Killer Mbah Slamet Terbongkar, Dukun Pengganda Uang Asal Banjarnegara
-
Mulai dari Siklus Aksi, Ini 5 Kemiripan Kasus Serial Killer Wowon Cs dan Mbah Slamet
-
Warga Sukabumi Jadi Korban Serial Killer Mbah Slamet
-
Merinding, 3 Kasus Serial Killer di Indonesia Libatkan Dukun, Terbaru Mbah Slamet
-
Mengerikan, Dukun Pengganda Uang Mbah Slamet Bunuh 10 Orang
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Pilihan Mobil Listrik Mungil di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 100 Jutaan
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 7 Agustus 2026: Sikap Tenang Buka Banyak Peluang
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi