Suara.com - Rumah Sakit Darurat Covid-19 atau RSDC Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, resmi ditutup pemerintah pada Jumat, 31 Maret 2023. Hampir tiga tahun menjadi tempat rawat inap pasien virus corona. Gedung bertingkat 10 tower itu kini kosong melompong.
Semua tenaga kesehatan pulang ke daerah masing-masing setelah hampir tiga tahun jadi sukarelawan melawan Covid-19. Termasuk Gede Wiga Wirawan Putra. Pria 31 tahun ini akan mudik ke kampung halamannya di Bali.
Reporter Suara.com, Faqih Fathurrahman berkesempatan memotret situasi bekas tempat pusat isolasi pasien Covid-19 tersebut pada Minggu, 2 April lalu.
SETIBA di Wisma Atlet, sepeda motor aku parkirkan di samping pos penjagaan. Aku melihat Wiga mendorong troli berisi barang-barang pribadinya untuk dipindahkan ke dalam mobil di parkiran.
Semula aku tidak terlalu fokus memperhatikan aktifitas Wiga. Lantaran aku tengah berupaya meminta izin kepada dua petugas berseragam TNI yang berada dalam pos jaga supaya bisa masuk ke dalam Wisma Atlet.
Izin telah diperoleh, aku melangkah penuh harap masih ada nakes yang tersisa dalam gedung kosong tersebut.
Tak disangka, aku dan Wiga berada dalam lift yang sama. Kami memulai obrolan saat lift tersebut error.
Pintunya tidak mau menutup meski tombol lantai tujuan dan tombol penutup lift berulang kali dipencet. Aku mulai was-was dengan lift tersebut. Akhirnya kuputuskan untuk keluar dari lift, begitu pun Wiga.
Kami pilih lift lain untuk naik ke atas. Penghuni gedung ini bisa dihitung dengan jari, sehingga lift tidak telalu sibuk.
Baca Juga: Kini Resmi Ditutup, Kilas Balik Sejarah Wisma Atlet Hingga Jadi RS Darurat Covid-19
“Memang sering error lift di sini,” ujar Wiga memecah keheningan.
“Dulu waktu ramai pasien memang begitu juga?” tanya ku menimpali.
“Sudah gak terhitung.”
Kamipun berkenalan. Wiga banyak bercerita, soal dirinya bisa singgah selama hampir tiga tahun menjadi nakes di RSDC Wisma Atlet itu.
Pilih Jadi Relawan
Pintu lift terbuka, kami berada di lantai 6, Tower 6 Wisma Atlet Kemayoran. Tak ada manusia selain kami berdua, berjalan menyusuri lorong panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani