Semua pintu kamar tertutup rapat. Dari dalam kamarpun tidak ada tanda-tanda suara kehidupan. Bahkan decit langkah kaki yang bersautan satu-satunya sumber bunyi pemecah sunyi.
Tiba juga kami di depan kamar. Sebelum masuk, terlebih dahulu Wiga memutar anak kunci berlawanan arah jarum jam.
“Silahkan masuk mas, maaf agak berantakan ini soalnya lagi pindahan belum sempat diberesin lagi,” ucap Wiga sembari menganggakat beberapa barang dari atas sofa berwarna coklat.
“Nah silahkan duduk mas.”
Dalam ruangan sekitar 6x6 itu, Wiga banyak berbagi kisah soal penangangan Covid-19. Temasuk awal mula dirinya bisa terdampar di tempat itu.
Wiga memulai kisahnya awal mula bergabung menjadi nakes di Wisma Atlet. Berawal dari ia diputus kontraknya sebagai nakes di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Ketika itu terjadi efisiensi di RS TNI AU yang terdampak pandemi. Wiga hanya bisa pasrah menerima nasib.
Kemudian ia melihat pengumuman rekrutmen tambahan tenaga medis di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Ia berfikir ketimbang menganggur, lebih baik ia menjadi relawan di sana agar bisa membantu sesama yang sedang berjuang melawan Covid-19.
“Daripada saya nganggur, mending saya daftar aja buat jadi relawan. Murni untuk kemanusiaan, tapi pas diterima ternyata ada insentifnya.”
Wiga yang tergabung di RSDC Wisma Atlet sejak Juli 2020 itu mengaku beberapa kali dipindah, dari divisi ke divisi lain. Mulai dari rawat inap hingga divisi ambulans.
Baca Juga: Kini Resmi Ditutup, Kilas Balik Sejarah Wisma Atlet Hingga Jadi RS Darurat Covid-19
Delta Momok Menakutkan
Selama dilanda pandemi Covid-19, Wiga mengaku varian delta yang paling menakutkan. Dalam sehari semalam ia bisa membungkus lima orang pasien Covid-19 ke dalam kantung jenazah.
Lima jenazah sehari itu, kata Wiga baru berasal dari unitnya saja. Ketika varian delta merebak, ia sedang bertugas di ruang HCU. HCU sendiri hampir mirip dengan ICU.
“Semalam itu kami bisa ngebungkus lima jenazah. Belum lagi yang di perawatan,” ungkapnya.
Banyaknya nyawa yang tidak tertolong saat itu dipicu karena kurangnya pasokan oksigen untuk para pasien. Pasien yang berada di HCU, Imcu atau ICU mungkin sedikit bisa terbantu karena oksigen di ruangan tersebut bersifat central.
Pasien yang berada di ruang rawat inap, khususnya yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid saat itu sangat membutuhkan oksigen untuk bantuan pernafasan. Jumlah pasien ketika itu membludak, sedengakan jumlah tabung oksigen terbatas. Situasi saat itu juga sempat chaos, sesama pasien saling berebut tabung oksigen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan