Suara.com - Regina Nadya Suwono, anggota DPRD Kota Kediri termuda dari Fraksi PDIP harus merelakan kariernya di kancah politik terhenti lantaran dipecat oleh partainya.
Meski menjadi DPRD termuda mewakili rakyat Kediri dan punya rekam jejak yang mentereng, PDIP memecat perempuan yang biasa dipanggil Rere tersebut.
Alasan pemecatan Rere tak lain gegara ia kerap melanggar aturan yang telah ditekankan oleh pihak partai. Rere juga sempat mengaku dirinya mengundurkan diri, namun pihak partai berkata lain.
Ketua DPC PDIP Kota Kediri Gus Sunoto Imam Mahmudi dalam keterangannya, Rabu (5/4/2023) mengungkap, pihak partai telah lama mendepak Rere jauh sebelum dirinya melayangkan surat pengunduran diri.
Rekam jejak Regina Nadya Suwono, DPRD termuda mewakili rakyat Kediri
Sungguh disayangkan karier Rere di PDIP berhenti di tengah jalan. Sebab, Rere punya segudang prestasi dan rekam jejak yang terbilang apik.
Perempuan berusia 27 tahun ini mengejutkan rakyat Kediri kala maju di Pileg DPRD Kota Kediri yang digelar 17 April 2019 silam.
Pasalnya, ia memperoleh suara mayoritas, meskipun jauh lebih muda dibanding kandidat lainnya. Rere maju nyaleg melalui dukungan partainya, yakni PDI Perjuangan Dapil Kota nomor urut 3.
Ia berhasil menyabet sebanyak 4.083 suara dalam kontestasi politik tersebut.
Baca Juga: Intip Harta Kekayaan Regina Nadya Suwono, DPRD Kediri Termuda yang Ribut sama PDIP
Adapun sebelum berkecimpung di percaturan politik, perempuan kelahiran Kediri, 7 Oktober 1996 ini terlebih dahulu mengenyam pendidikan di Negeri Kangguru.
Dikutip dari akun LinkedIn miliknya, Regina merupakan alumnus RMIT University Melbourne, Australia dan mengambil program Foundation Studies, General pada tahun 2014 hingga 2015.
Kemudian pada tahun 2015 Nadya menuntaskan studinya di RMIT dan dianugerahi ijazah Bachelor’s Degree Communication and Media Studies.
Sebelum kuliah, Regina juga telah mencicipi studi di luar negeri kala masih menduduki jenjang SMA. Sebab ia merupakan alumnus San Yu Adventist School di Singapura.
Rere juga aktif dalam kegiatan luar kelas semasa ia kuliah, yakni sebuah program amal Project O yang diinisiasi oleh Indonesian Student Association in RMIT University.
Selain itu, Rere juga menjadi humas untuk PPIA RMIT (Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia). Kala lulus dari RMIT, Regina mendapatkan penghargaan High Achieving Students dari pihak kampus.
Berita Terkait
-
Intip Harta Kekayaan Regina Nadya Suwono, DPRD Kediri Termuda yang Ribut sama PDIP
-
CEK FAKTA: Ketua DPR Ditangkap KPK, Akibat Demonstrasi Mahasiswa?
-
Refly Harun Dukung Terus, Ganjar Pranowo Mendadak Kadrun Gara-Gara Tolak Israel di Piala Dunia U-20 Indonesia
-
Bagi-Bagi Cuan Pakai Amplop Berlogo PDIP, Bawaslu Sebut Bukan Pelanggaran Pemilu, Kok Bisa?
-
Diungkap Bawaslu, Politisi PDIP Said Abdullah Bagi-bagi Duit ke Jemaah di Tiga Kecamatan Sumenep Usai Tarawih
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!