Suara.com - AKBP Achiruddin Hasibuan dicopot dari jabatannya sebagai Kabag Bin Ops Direktorat Narkoba Polda Sumut karena melanggar etik setelah terbukti membiarkan anaknya menganiaya mahasiswa.
Sosok anak Achiruddin yang melakukan penganiayaan itu adalah Aditya Hasibuan. Aditya melakukan penganiayaan pada Ken Admiral dan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Simak profil AKBP Achiruddin Hasibuan yang dicopot sementara usai biarkan anaknya aniaya mahasiswa berikut ini.
Profil Achiruddin Hasibuan
Achiruddin Hasibuan merupakan perwira menengah polisi yang bertugas di Polda Sumatera Utara dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Ia menjabat sebagai Kaur Bin Ops atau KBO Satuan Narkoba Polda Sumatera Utara.
Sebelumnya, AKBP Achiruddin Hasibuan pernah menduduki jabatan di kepolisian daerah sebagai Kasat Narkoba Polres Deli Serdang. Namun jabatan yang diembannya itu dicopot pada tahun 2014 lalu. Alasan pencopotan jabatannya itu karena dia bersama salah satu anggota terlibat kasus narkoba jenis sabu.
Ketika itu pangkatnya masih AKP atau Ajun Komisaris Polisi yang kemudian dimutasi ke Poldasu. Saat di Poldasu, Achiruddin pernah menjabat sebagai Panit Sub Dit II Ditnarkoba di Polda Sumut.
Tampaknya ada hubungan tindak kekerasan yang dilakukan sang anak, Aditya Hasibuan kepada Ken Admiral. Pasalnya Achiruddin diduga pernah tersandung kasus tindak kekerasan. Dia pernah diduga menganiaya juru parkir di wilayah Jambak, Medan, Sumatera Utara pada 7 Mei 2017 silam.
Terbukti Langgar Kode Etik
AKBP Achiruddin Hasibuan dinyatakan bersalah dalam kasus penganiayaan yang dilakukan putranya, Aditya Hasibuan. Dia dianggap telah melanggar kode etik dan melakukan kesalahan karena membiarkan anaknya melakukan tindakan kriminal.
Baca Juga: Keluarga Korban Penganiayaan Anak Polisi Berterima Kasih Pada Polda Sumut dan Netizen
Diketahui Aditya Hasibuan menganiaya seorang mahasiswa bernama Ken Admiral pada 21 Desember 2022 lalu. Kasus ini viral di media sosial setelah video kekerasan yang dilakukan Aditya diunggah oleh akun Twitter @mazzini_gsp pada Selasa (25/4/2023) kemarin.
Dalam video tersebut, Aditya berada di atas tubuh Ken. Dia membenturkan kepala Ken berkali-kali hingga berdarah ke lantai di depan gerbang rumah.
Bukan hanya aksi brutal Aditya, sang ayah AKBP Achiruddin yang juga berada di TKP justru hanya diam dan sama sekali tidak menghentikan perbuatan putranya itu. Dikarenakan membiarkan anaknya menganiaya orang lain, Achiruddin akhirnya dievaluasi dan dianggap telah melanggar kode etik. Dia juga dicopot dari jabatannya sebagai Kabag Bin Ops Direktorat Narkoba Polda Sumut serta diberi sanksi penempatan khusus (patsus).
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Keluarga Korban Penganiayaan Anak Polisi Berterima Kasih Pada Polda Sumut dan Netizen
-
Tampang Ayah dan Anak, AKBP AH dan Aditya Hasibuan yang 'Perankan' Kasus Mario Dandy Jilid II
-
Ibu Ken Admiral Ceritakan Kondisi Anaknya Usai Dianiaya Putra AKBP Achiruddin Hasibuan
-
Pernah Tunggangi Moge, AKBP Achiruddin Hasibuan Laporkan Harta Kekayaannya Hanya Segini
-
AKBP Achiruddin Hasibuan, Ayah Aditya Hasibuan Punya Tanah Seluas 556 Meter dengan Nilai Rp46 Juta, Netizen: Ngibul Nih
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM