Suara.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, melakukan pengecekan arus balik mudik lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah di Terminal Kalideres.
Syafrin mengatakan pihaknya sudah menyiapkan angkutan transjakarta selama 24 jam untuk pemudik yang sudah di ibu kota hendak melanjutkan perjalanan ke tujuan atau rumah.
“Jadi sekarang ada Transjakarta yang 1x24 jam, demikian juga beberapa angkutan reguler lain seperti transjabodetabek maupun taksi, baik taksi reguler ataupun taksi online,” kata Syafrin di Terminal Kalideres Jakarta Barat, pada Rabu (26/4/2023).
Biasanya, lanjut Syafrin, transjakarta di Terminal Kalideres beroprasi hingga pukul 22.00 WIB. Namun saat arus balik saat ini, transjakarta yang melintas di Terminal Kalideres diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB.
“Kami telah siapkan transjakarta untuk koridor utama ada penambahan operasional sampai pukul 24.00 WIB. Biasanya mereka sampai jam 22.00 WIB, maka diperpanjang sampai pukul 24.00 WIB,” ucapnya.
Syafrin juga memprediksi puncak arus balik mudik lebaran di Terminal Kalideres terjadi pada Sabtu (29/4) hingga Minggu (30/4) nanti.
Diperkirakan jumlah penumpang yang masuk ke Terminal Kalideres sekitar 6 ribuan penumpang. Hal itu tidak jauh berbeda jika dibandingkan penumpang yang berangkat dari Terminal Kalideres.
“Sekitar 6.000 pemudik yang akan tiba di tanggal 29 dan 30, yang diprediksi merupakan puncak arus balik,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnain, mengatakan hinggal pukul 13.00 WIB tadi, jumlah penumpang yang masuk ke tempatnya mencapai 1.124 penumpang. Sementara untuk bus yang digunakan sebanyak 82 kendaraan.
Baca Juga: Tunaikan Mudik Lebaran, Ariel Noah Tunggangi si Kuda Besi Bikin Warganet 'Kerasukan'
“Saat ini penumpang yang tiba mayoritas dari Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Kemungkinan yang dari Padang, Pelembang, Bengkulu, Lampung dan NTT tiba pada Sabtu dan Minggu nanti,” tutup Revi.
Berita Terkait
-
Tunaikan Mudik Lebaran, Ariel Noah Tunggangi si Kuda Besi Bikin Warganet 'Kerasukan'
-
Kepala Terminal Ungkap Alasan Penumpukan Penumpang di Kalideres, Banyak Bus Kembali Lewat Jalan Arteri
-
Cuti Bersama Berakhir, Masih Banyak Pemudik Pulang Kampung Dari Stasiun Pasar Senen
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2023, Angka Kecelakaan di Jatim Melejit
-
8,8 Juta Orang Mudik Dengan Transportasi Umum Di 2023
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?