Suara.com - Pemilu sekaligus Pilpres 2024 dan para partai politik alias parpol tengah gencar-gencarnya berkampanye, termasuk di media sosial yang menjadi lahan subur untuk menggaet suara.
Diketahui bahwa tak hanya berebut suara, sederet partai politik kini juga berebut followers alias pengikut di media sosial.
Nahasnya menjelang mendektai Pemilu 2024, Partai Demokrat tak semujur partai lainnya. Sebab, terjadi penurunan jumlah followers yang signifikan di media sosial partai berlogo bintang tiga sisi itu.
Deputi Bakomstra Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana dalam keterangannya, Kamis (27/4/2023) mengungkap terjadi penurunan jumlah pengikut akun Partai Demokrat di Twitter dan hingga membuat akun terkunci gegara terjadi galat.
Lantas berapa followers Partai Demokrat dan perbandingannya dengan akun media sosial parpol lainnya?
Partai Demokrat: Followers mendadak hilang
Partai Demokrat kini turun menjadi posisi terakhir peringkat followers di antara partai politik.
Sebab, kini Twitter Partai Demokrat hanya diikuti oleh 34 akun gegara terjadi galat alias error.
Sebelumnya, terpantau bahwa partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono putra eks presiden SBY ini memiliki 228.000 followers di Twitter.
Bahkan, fenomena janggal tersebut membuat warganet curiga akun resmi Demokrat adalah palsu.
"Ini betulan? Dan tidak ada satupun anggota partai yang mengikuti dan diikuti oleh akun resmi ini? Saya capture ini barusan. Atau Akun ini bukan akun resmi alias palsu? Atau akun ini di-hack? Mohon tidak perlu dijelaskan," cuit warganet.
Beruntungnya, Demokrat memiliki akun Instagram yang kini diikuti oleh 607.000 pengikut dan telah berstatus centang biru.
PDI Perjuangan
Partai tempat bernaungnya Presiden Jokowi yakni PDI Perjuangan alias PDIP juga gencar-gencar berkampanye melalui media sosial.
Para kreator konten PDIP membuktikan keberhasilannya lantaran kini akun Instagram partai berlogo banteng tersebut diikuti oleh 285.000.
Berita Terkait
-
Ketahuan Beli? Follower Twitter Demokrat Tiba-Tiba Drop Berkurang, Gibran Rakabuming Ikut Berkomentar
-
Partai Demokrat Kehilangan Pengikut di Twitter, Denny Siregar: Miskin Sih, Gak Sanggup Bayar!
-
Akun Twitter Resmi Partai Demokrat Tetiba Hanya Sisa 7 Pengikut, Gibran: Kena Hack?
-
Waduh! Akun Resmi Partai Demokrat Kehilangan Banyak Followers, Cuma Nyisa Ratusan Pengikut
-
Jadi Orang Satu-satunya yang Diikuti, Gibran Doakan Ibas Selalu Diberikan Kesehatan
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya
-
Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print
-
Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka
-
PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik
-
PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!
-
Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat
-
DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat
-
Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana
-
Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi
-
Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar